2030, Para Peneliti Indonesia Diharapkan Jadi 10 Besar di Dunia

Making Indonesia 4.0 sebagai program nasional terus diupayakan pemerintah melalui berbagai agenda kegiatan penguatan kapasitas pemimpin Indonesia.
Dika Irawan | 06 Juli 2018 11:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Making Indonesia 4.0 sebagai program nasional terus diupayakan pemerintah melalui berbagai agenda kegiatan penguatan kapasitas pemimpin Indonesia.

Salah satu agendanya adalah implementasi revolusi mental dalam era revolusi industri 4.0. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk kuliah umum dengan mendatangkan pembicara Otto Scharmer di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, (5/7/2018).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini sangat penting sekali untuk meningkatkan daya saing Indonesia di masa yang akan datang. Pasalnya Nasir menyebutkan daya saing Indonesia cukup rendah yaitu di peringkat 36 dari 137 negara.

"Diharapkan pada 2030 para peneliti Indonesia menjadi 10 besar di dunia. Pada 2050 pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor 4 di dunia," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Maka dari itu, menurut Nasir, masalah sumber daya manusia Indonesia yang akan menjadi bonus demografi bagi Indonesia di 2030 nanti harus dimanfaatkan dengan baik.

"Kemenristekdikti dengan Lemhanas akan mengawali bagaimana membentuk cara pandang di dalam pengelola lembaga itu dan cara melayani kepada masyarakat. Kaitannya untuk melakukan kemajuan di masa yang akan datang," terang Nasir.

Untuk itu, lanjut Nasir, untuk membentuk mindset para pengelola dengan memberikan pemahaman tentang theory u yaitu bagaimana kita melakukan satu bentuk perubahan di dunia yang disampaikan oleh Otto Scharmer yang memiliki suatu metode untuk merubah dunia.

"Untuk itu kita lakukan secara bersama- sama seluruh kementerian dan lembaga untuk menjalankan hal yang sama kepada staf yang di bawahnya dan akan di monitor oleh Lemhanas. Sebelum melakukan pelatihan apa yang mereka lakukan perubahan yang dilakukan, perubahan sejauh apa," ungkapnya.

Nasir berharap nantinya hasilnya akan direview oleh semua elemen tidak hanya pemerintah saja namun melibatkan masyarakat, LSM serta ormas yang lainnya.

Tag : peneliti
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top