Berkat Integrasi JORR, Akses ke Priok Diyakini Lancar

Kementerian Perhubungan menilai Rencana integrasi sistem transaksi jalan bebas hambatan Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) akan mengurangi kepadatan arus lalu lintas menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
Rivki Maulana | 06 Juli 2018 17:58 WIB
Jalan akses tol Priok - Yanita Patriela

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menilai Rencana integrasi sistem transaksi jalan bebas hambatan Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) akan mengurangi kepadatan arus lalu lintas menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Agus H. Purnomo mengatakan kepadatan akan berkurang karena pengemudi truk beralih ke jalan tol yang tarifnya akan turun pasca intergrasi JORR. Dia menggambarkan, sebelum intergrasi JORR, tarif tol Akses Tanjung Priok untuk Golongan IV yang semula dipatok Rp45.000 akan turun menjadi Rp30.000.

"[Berdasarkan] Evaluasi kami, penyebab kemacetan antara lain disebabkan tarif tol yang lumayan tinggi," ujarnya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Menurut Agus, tarif tol yang terbilang mahal membuat pengemudi truk memilih menggunakan jalan arteri sehingga memadati arus lalu lintas menuju Pelabuhan Tanjung Priok, terutama lalu lintas menuju New Priok Container Terminal (NPCT). Kemacetan lalu lintas berbuntut panjang karena menganggu pergerakan arus barang dan operasional di pelabuhan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebelumnya mengatakan, pembayaran terpadu akan menguntungkan pengguna jalan tol jarak jauh. Dia menambahkan, sebanyak 61% pengguna tol di ruas JORR menempuh jarak jauh atau melakukan transaksi lebih dari satu kali di beberapa gerbang tol.

Setelah integrasi, penggunaan Jalan Tol JORR sepanjang 76,43 Km akan dikenakan satu tarif yakni Rp 15.000 untuk kendaraan golongan I, Rp22.500 untuk golongan II dan golongan III, dan Rp30.000 untuk golongan IV dan golongan IV. Tarif terpadu Rp15.000-Rp30.000 merupakan hasil kajian BPJT dari hasil perkalian antara jarak tempuh rata-rata pengguna tol JORR sebesar 17,6 km dengan tarif rata-rata Rp875 per km.

Untuk diketahui, integrasi transaksi JORR bukan yang pertama dilakukan. Sebelumnya pada 2017, integrasi juga dilakukan pada ruas tol Jakarta-Tangerang-Merak. Setahun sebelumnya, integrasi transaksi tol dilakukan di ruas Jakarta-Cikampek, Purbaleunyi, Cipali, Palikanci, dan Pejagan-Pemalang. Pada 2019, BPJT menargetkan semua ruas tol menerapkan pembayaran tol tanpa berhenti atau multi lane free flow.

Tag : jalan tol
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top