Kapasitas Pembangkit Bertambah 2.400 MW Sepanjang Semester I/2018

PT PLN (Persero) mencatat adanya penambahan kapasitas terpasang dari program 35.000 megawatt (MW) sebesar 2.400 MW sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Denis Riantiza Meilanova | 06 Juli 2018 13:54 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat turbin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sindereng Rappang, Sulawesi Selatan, Senin (15/1). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mencatat adanya penambahan kapasitas terpasang dari program 35.000 megawatt (MW) sebesar 2.400 MW sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan penambahan kapasitas tersebut sebagian besar berasal dari beroperasinya sejumlah pembangkit tenaga uap dan gas.

"Kami menambah 2.400 MW sampai Juni 2018. Itu ada Pembangkit Listrik Tenaga Uang (PLTU) di luar Jawa. Macam-macam, ada PLTU, ada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/7/2018).

Beberapa pembangkit yang telah beroperasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 2 Unit 1 berkapasitas 300 MW, PLTU Punagaya berkapasitas 2x100 MW, dan PLTU Jeneponto Ekspansi 2x135 MW. Kemudian, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama dan terbesar di Indonesia yakni PLTB Sidrap 75 MW.

Iwan menyebutkan total penambahan kapasitas tahun ini diperkirakan mencapai 4.000 MW.

Selain itu, juga ada dua proyek pembangkit yang mencapai tahap financial close (penuntasan pendanaan) tahun ini, yaitu PLTU Sumsel 8 yang berkapasitas 2x260 MW dan PLTP Rantau Dedap dengan kapasitas 98,4 MW.

Tag : pembangkit listrik
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top