ENGGARTIASTO LUKITA: Impor Beras Jangan Dibenturkan dengan Swasembada

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan kebijakan impor bahan pangan, khususnya beras, tidak bisa dikaitkan atau dibenturkan dengan program swasembada pemerintah.
Newswire | 06 Juli 2018 01:15 WIB
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, MEDAN -  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan kebijakan impor bahan pangan, khususnya beras, tidak bisa dikaitkan atau dibenturkan dengan program swasembada pemerintah.

"Pemerintah melakukan impor karena untuk menjaga ketersediaan. Pemerintah tidak berani mengambil risiko stok tidak mencukupi kebutuhan," ujarnya di Medan, Kamis (5/7/2018).

Dia mengatakan itu saat memberi Kuliah Umum di Universitas Prima di Medan.

Kuliah Umum tentang"Kebijakan Pemerintah Terkait Perdagangab Dalam Negeri dan Luar Negeri" itu mendapat perhatian serius dari para mahasiswa berbagai jurusan di Universitas Prima.

Mendag menegaskan, pemerintah  tidak akan impor beras kalau persedian cukup.

"Sebagai Mendag, saya tidak juga mengambil risiko. Kalau masyarakat lapar, akan mudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Mendag memberi contoh, di awal tahun 2018 merupakan saat sulit dimana produksi beras rendah ditengah permintaan meningkat.

"Saat  itu tak bisa stok sehingga tidak bisa disebutkan berapa stok agar tidak terjadi 'panic buying'.Makanya kran impor beras dibuka," ujarnya.

Enggartiasto menyebutkan, sesuai perintah Presiden Joko Wiidodo, Kemendag akan terus berupaya menjaga ketersediaan bahan pokok untuk mengendalikan harga jual atau inflasi.

"Syukur, dalam dua Lebaran, harga bahan pangan terkendali bahkan inflasi tercatat terendah,"ujarnya.

Sumber : Antara

Tag : impor beras
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top