Konsumsi Listrik per Mei 2018 Tumbuh 5%

Konsumsi listrik Januari sampai dengan Mei 2018 mengalami peningkatan sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Denis Riantiza Meilanova | 05 Juli 2018 19:39 WIB
Saluran Transmisi merupakan media yang digunakan untuk mentransmisikan tenaga listrik dari Generator Station/ Pembangkit Listrik sampai distribution station hingga sampai pada konsumer pengguna listrik. - pln.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Konsumsi listrik Januari sampai dengan Mei 2018 mengalami peningkatan sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Perecanaan Korporat PT PLN (Persero) Syofvi Felienty Roekman mengatakan, pertumbuhan tersebut jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan pada tahun sebelumnya.

“Sekarang tumbuhnya jauh lebih bagus dibanding 2017. Tahun lalu sekitar 3%,” ujar Syofvi, Kamis (5/7/2018).

Adapun untuk Mei tahun ini saja secara year-on-year (yoy), konsumsi listrik tumbuh sebesar 7% dibandingkan realisasi tahun lalu.

Syofvi berujar peningkatan konsumsi tersebut utamanya didorong dari meningkatnya konsumsi listrik di sektor industri. “Industri yang bagus, tumbuh bagus,” katanya.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, pertumbuhan penjualan listrik ditargetkan dapat mencapai 7% atau mencapai 239 terawatt hour (TWh).

Pertumbuhan tersebut diharapkan mayoritas masih berasal dari sektor rumah tangga sebesar 102 TWh. Kemudian sektor industri sebesar 76,5 TWh, bisnis 44,3 TWh, dan publik 15,6 TWh.

Sementara itu, realisasi penjualan listrik pada 2017 mencapai 223 TWh. Realisasi tersebut masih belum mencapai target yang ditetapkan sebesar 224,7 TWh.

Tag : pln
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top