Batan Dorong Pengembangkan Reaktor Nuklir Lokal

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) merancang pembangunan reaktor daya eksperimen (RDE) yang bersifat non komersil atau riset di Serpong, Bekasi, untuk pengembangan lahirnya reaktor nuklir buah karya anak bangsa sendiri.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 04 Juli 2018  |  19:06 WIB
Batan Dorong Pengembangkan Reaktor Nuklir Lokal
Wakil Presiden Jusuf Kalla (dari kiri) bersama Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Menristekdikti Mohammad Nasir mengunjungi Laboratorium Radioisotop Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) seusai meresmikan Iradiator Gamma Merah Putih, di Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/11). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, PALEMBANG – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) merancang pembangunan reaktor daya eksperimen (RDE) yang bersifat non komersil atau riset di Serpong, Bekasi, untuk pengembangan lahirnya reaktor nuklir buah karya anak bangsa sendiri.

Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto  mengatakan lahirnya reaktor nuklir diharapkan dapat menjadi implemtasi  ilmu energi nuklir yang sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak 40 tahun lalu.

"Implementasi pemanfaatan energi nuklir sebenarnya sudah banyak di dalam negeri seperti di alat-alat kesehatan di rumah sakit, dan teknologi pengembangan vaietas bibit pertanian. Namun, harus diakui bahwa semua bukan produk itu diimpor dari luar negeri, padahal di dalam negeri kita memiliki setidaknya 100 orang doktor yang menguasai bidang ini yang berkomunitas di Batan," katanya  di Palembang, Rabu (4/7/2018).

Oleh karena itu, Batan merancang lahirnya RDE ini yang nantinya akan menjadi rujukan dalam menilai kemampuan Indonesia dalam melahirkan reaktor daya dengan energi listrik 100-200 megawatt yang dapat digunakan oleh kalangan industri. 

Dalam program itu, Batan menggandeng sejumlah universitas terkemuka di Tanah Air, yang salah satunya Universitas Sriwijaya (Unsri) dan kalangan industri seperti PT Pupuk Sriwijaya dan PT Pertamina karena ada pemanfaatan energi listrik dan sekaligus energi uap.

Djarot mengatakan sejauh ini, program pembangunan Reaktor Daya Eksperimen sudah pada tahapan mendapatkan izin lokasi (tapak) yang diberikan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dari 2018 hingga 2021, yang artinya jika dalam empat tahun ke depan tidak juga dibangun maka izin akan habis.

Dia melanjutkan, Batan saat ini sedang mengurus izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK). Sementara untuk desainnya sendiri, Batan sudah menyelesaikan desain dasar, untuk kemudian berlanjut pada desain detail pada tahun ini.

"Harapan kami, pada tahun depan sudah dapat izin dari Bapeten. Tapi menjadi satu catatan juga, karena bagi Bapeten, baru kali pertama mengawasi mengenai izin pembangunan reaktor, meski ini sebatas reaktor riset," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Keselamatan Reaktor Nuklir Geni Sunarnyo mengatakan bahwa untuk membangun reaktor ini tidaklah mudah karena terdapat sejumlah izin yang harus dipenuhi. Namun kedua belah pihak yakni Batan selaku operator dan Bapeten sebagai pengawas terus berkomunikasi terkait ini.

"Perjalanan masih panjang karena setelah izin didapat, masih harus mengurus izin kontruksi. Ada 11 poin yang mesti dipenuhi. Tapi, tentunya hal ini untuk suatu hal yang melemahkan tapi justru menjadi tantangan yakni bagaimana caranya agar Indonesia mampu menghasilkan produk reaktor sendiri, mengoperasionalkannya sendiri, dan satu lagi jika bisa menjualnya ke luar negeri," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nuklir, batan

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top