Silakan ke Bali! Suasana Bali ok, Ini Kata Menpar

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut bahwa situasi di Pulau Bali kondusif dan bisa berwisata ke destinasi wisata menarik yang ada di Bali. Lokasi atau kawasan berbahaya itu lokasinya jauh dari destinasi-destinasi di Bali.
Muhammad Ridwan | 03 Juli 2018 19:39 WIB
Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut  situasi di Pulau Bali kondusif dan bisa berwisata ke destinasi wisata menarik yang ada di Bali. Lokasi atau kawasan berbahaya itu lokasinya jauh dari destinasi-destinasi di Bali.

“Silakan ke Bali! Suasana Bali ok, teman-teman netizen juga silakan memposting suasana terkini di Bali. Silakan capture di Kuta, Nusa Dua, Seminyak, Sanur, Ubud, Ulu Watu, Nusa Penida, Tanah Lot, dan spot destinasi lain yang tetap ramai dan asyik,” kata Menpar Arief Yahya dari keterangan yang diterima Bisnis, Selasa (3/7/2018).

Aktivitas Gunung Agung kembali aktif, Selasa (3/7/2018) pada pukul 09.29 WITA, dengan ketinggian kolom abu kurang lebih setinggi 2000 m diatas puncak. Status Gunung Agung masih di Level III (Siaga).

Bandar Udara Notohadinegoro Jember dan Banyuwangi juga ditutup sebagai dampak aktivitas Gunung Agung. Sesuai NOTAM C7023/18 Bandara Jember ditutup sampai tanggal 03 Juli 2018 Pukul 10.00 WIB. Sedangkan Bandara Banyuwangi ditutup sampai dengan Tanggal 03 Juli 2018 pukul 09.00 WIB sesuai NOTAM C7021/18

“Saya  memperoleh laporan dari tim Crisis Center, Bali Tourism Hospitality, dan sampai sekarang suasananya kondusif. Sejatinya yang paling terganggu adalah penerbangan, atau airline. Karena sebaran debu vulkanik itu naik ke udara dan berpotensi mengganggu pesawat. Kalau di darat maupun di laut, tidak banyak terpengaruh. Karena itu suasananya kondusif,” ungkap Menpar.

Sementara itu, Menpar mengatakan, hal ini sudah biasa dan sering terjadi, erupsi pertama (27/9/2017) lalu juga sempat membuat heboh, tetapi suasana di Bali sendiri kondusif dan nyaman-nyaman saja.

“Situasi ‘on – off’ seperti ini memang kadang menyulitkan. Tetapi ya beginilah nature dan culture nya Gunung Agung, seperti Bali ini. Tidak ada yang bisa memprediksi dengan tepat dan pasti, kapan akan terjadi erupsi?” ungkapnya.  

Terkait dengan hal tersebut, Menpar meminta masyarakat untuk mematuhi rekomendasi yang sudah diumumkan, misalnya, mereka yang bermukim di sekitar Gunung Agung, para pendaki dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di zona radius 4 km dari puncak kawah. Bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga perlu berjaga dan waspada.

Tag : pariwisata
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top