PERANG DAGANG: Pebisnis AS Mulai Angkat Bicara Soal Strategi Kerek Tarif Impor Trump

Kamar Dagang Amerika Serikat memperingatkan bahwa tarif baru pemerintahan Trump terhadap impor sejumlah produk memicu perang dagang global, karena sejumlah mitra dagang telah mengumumkan juga menyiapkan tarif balasan atas produk AS.
Newswire | 03 Juli 2018 10:54 WIB
Ilustrasi. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA- Kamar Dagang Amerika Serikat memperingatkan bahwa tarif baru pemerintahan Trump terhadap impor sejumlah produk memicu perang dagang global, karena sejumlah mitra dagang  telah mengumumkan juga menyiapkan tarif balasan atas produk AS.

"Tarif baru untuk impor baja, aluminium, dan China, serta potensi untuk tarif tambahan pada otomotif dan suku cadang mobil, telah mendorong ke jurang perang perdagangan global," seperti dikemukakan Kamar Dagang AS yang merupakan kelompok bisnis terbesar dalam hasil penelitian terbarunya seperti dikutip Antara, Selasa (3/7/2018).

Kadin AS mencatat, Kanada, Meksiko, Uni Eropa (EU), serta China mengumumkan rencana pengenaan tarif bagi produk AS sebagai aksi balasan senilai miliaran dolar

"Memberikan lebih banyak tarif hanya menyebabkan perang dagang yang akan membebani lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi Amerika,"  kata Thomas J. Donohue, Presiden & CEO Kamar Dagang AS dalam sebuah pernyataan.

Donohue berpendapat,sudah waktunya untuk membalikkan arah dan mengadopsi "pendekatan yang lebih cerdas dan lebih efektif" untuk mengatasi masalah perdagangan dengan para mitra komersial.

Hasil Studi yang dirilis pada Senin (2/7/2018), termasuk perincian produk Amerika berdasarkan wilayah, yang ditargetkan oleh tarif pembalasan.

Misalnya, di negara bagian Pennsylvania, AS, ekspor senilai sekitar US$1,7 miliar dikenakan tarif pembalasan, dengan produk besi Amerika, kopi, dan kue kering di antara produk yang paling terpukul.

Sementara itu, sekitar US$6,2 miliar ekspor dari negara bagian Washington dapat ditargetkan dengan tarif pembalasan, dengan baja, produk aluminium dan kopi di antara ekspor yang paling terpukul.

Para analis mengatakan studi itu kemungkinan akan meningkatkan tekanan pada anggota parlemen AS untuk mendorong kembali rencana tarif pemerintahan Trump menjelang pemilihan kongres pada November.

Sekitar 60 asosiasi bisnis AS, termasuk Dewan Perdagangan Luar Negeri Nasional, telah mendesak kongres untuk menggunakan pengawasan yang lebih besar dari penggunaan tarif dan kebijakan kebijakan perdagangan Trump lainnya.

"Kami melihat kemauan yang berkembang dari pemerintah saat ini untuk menggunakan tarif [dan penggunaan kuota impor mutlak] sebagai alat kebijakan utama dalam meningkatkan jumlah perselisihan perdagangan dengan sekutu, sebagai tren yang perlu ditangani oleh kongres," tulis asosiasi bisnis bulan lalu mengatakan dalam sebuah surat kepada para pemimpin Komite Keuangan Senat dan Komite Ways and Means DPR AS.

"Meningkatnya ancaman tarif dan potensi perang perdagangan dengan mitra dagang kami, termasuk dengan beberapa sekutu terpenting kami, menciptakan ketidakpastian yang akan dirasakan oleh orang Amerika di seluruh negeri dan oleh bisnis dari semua ukuran dan di semua sektor industri." 

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top