Jokowi Yakin Investasi EBT semakin Murah

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meyakini investasi pengembangan energi baru dan terbarukan akan semakin murah.
Denis Riantiza Meilanova | 02 Juli 2018 19:35 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat turbin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sindereng Rappang, Sulawesi Selatan, Senin (15/1). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, SIDRAP – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meyakini investasi pengembangan energi baru dan terbarukan akan semakin murah.  

Dia mengatakan energi baru dan terbarukan menjadi visi pengembangan energi masa depan.  Meski diakuinya, saat ini tarif listrik yang dihasilkan masih relatif lebih mahal dibandingkan dengan pembangkit fosil, PLTU, dia yakin ke depan harganya akan semakin murah.

"Investasi seperti ini awalnya memang tinggi tapi semakin lama akan semakin murah karena suplainya tidak seperti PLTU yang tiap hari bakar batubara, EBT ini tidak," ujar Jokowi di Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018).

Di samping itu, semakin banyak proyek pembangkit EBT yang beroperasi menurutnya akan meningkatkan kompetisi bisnis EBT yang semakin baik.  Sehingga tarifnya juga semakin kompetitif.

Ada pun untuk mendorong pengembangan EBT, menurut Jokowi kunci utamanya terletak pada kemudahan perizinan.  Dia mengaku banyak investor yang berminat investasi di sektor EBT. Hanya saja perizinan di Indonesia masih dinilai berbelit-belit untuk mendukung iklim investasi.

"Saya kira yang antri untuk investasi di bidang ini ada banyak, ngapain diberikan insentif.  Izinnya aja yang masih ruwet. Itu yang perlu diselesaikan ijin supaya mudah, supaya gampang," katanya.

Hari ini, Jokowi meresmikan PLTB pertama terbesar yang beroperasi secara komersial di Indonesia, yakni PLTB Sidrap 75 MW.  Dia juga berharap beberapa proyek PLTB lainnya dapat segera menyusul, seperti PLTB Jeneponto, PLTB Tanah Laut, dan PLTB di Sukabumi.

Tag : energi terbarukan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top