Presiden Jokowi Resmikan Proyek Pembangkit 757 MW di Sulawesi

Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 MW. PLTB Sidrap merupakan proyek pembangkit listrik bertenaga angin terbesar dan pertama yang akan beroperasi secara komersial di Indonesia.
Denis Riantiza Meilanova | 02 Juli 2018 16:57 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 MW didampingi Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir di Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018)/JIBI - Denis Riantiza M

Bisnis.com, SIDRAP -- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan sejumlah proyek pembangkit listrik beroperasi dan groundbreaking di Sulawesi dengan total kapasitas sebesar 757 megawatt (MW).  Nilai proyek secara keseluruhan mencapai US$1,16 miliar.

Salah satu proyek pembangkit beroperasi yang diresmikan adalah proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 MW. PLTB Sidrap merupakan proyek pembangkit listrik bertenaga angin terbesar dan pertama yang akan beroperasi secara komersial di Indonesia. 

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan yang cukup besar.  Dia mencontohkan ada potensi panas bumi sebesar 29.000 MW, namun baru dikerjakan sebesar 2.000 MW.

"Saya kira ini yang akan terus kita kembangkan karena potensi jelas ada dan besar," ujar Jokowi dalam peresmian PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018).

Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 MW.   PLTB Sidrap merupakan proyek pembangkit listrik bertenaga angin terbesar dan pertama yang  beroperasi secara komersial di Indonesia./JIBI-Denis Riantiza M

Dia pun optimistis target bauran EBT 23% pada 2025 dapat tercapai.  Dia berujar pengoperasian PLTB Sidrap menjadi wujud komitmen pemerintah untuk mencapai target bauran energi tersebut 

"Ini di Indonesia selatan itu anginnya, info yang saya peroleh, bagus sekali untuk bangun PLTB. Kami harapkan ke depan ada investasi seperti ini," katanya.  

Adapun proyek dengan investasi senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,02 triliun tersebut dikembangkan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi, konsorsium yang terdiri dari UPC Renewables Asia I, UPC Renewables Asia III, Sunedison dengan kepemilikan saham sebesar 95% dan Binatek Energi Terbarukan dengan kepemilikan saham sebesar 5%.  Listriknya dijual ke PT PLN (Persero) dengan harga US$11 sen per kWh.

Pembangkit yang terletak di Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, ini memiliki total 30 turbin angin (wind turbin generator/WTG).  Masing-masing pelatnya memiliki kapasitas 2,5 MW.

Setiap tower di PLTB tersebut memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter.

Selain PLTB Sidrap, ada dua pembangkit beroperasi bertenaga uap yang turut diresmikan, yakni PLTU Punagaya berkapasitas 2x100 MW dan PLTU Jeneponto Ekspansi 2x135 MW.

PLTU Punagaya dikembangkan PLN dengan nilai investasi US$290 juta.  Unit pertamanya telah beroperasi sejak 1 Februari 2018, sementara unit keduanya dijadwalkan commercial on date (COD) pada Desember 2018.

Sedangkan PLTU Jeneponto Ekspansi dikembangkan oleh independent power producer (IPP), PT Bosowa Energy.  Nilai investasinya mencapai US$320 juta.  

Pembangkit yang berdekatan dengan PLTU Punagaya tersebut telah beroperasi sejak November 2017.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebutkan PLTB Sidrap mampu melistriki 150.000 pelanggan di Sulawesi Selatan dengan daya listrik rata-rata 450 VA. Sedangkan PLTU Punagaya bisa melistriki 450.000 rumah, sementara PLTU Jeneponto Ekspansi sekitar 500.000 rumah.

"Yang diminta diresmikan ini dapat menambah listrik untuk 1,1 juta rumah baru," kata Jonan. 

Lebih lanjut, ada tiga pembangkit yang dilakukan peresmian groundbreaking, antara lain PLTB Tolo Tahap I atau Jeneponto 72 MW, PLTU Sulsel Barru 2 berkapasitas 100 MW, dan PLTMG Luwuk 40 MW.  

Kontrak jual beli listrik PLTB Jeneponto diteken sejak 14 November 2017.  Proyek senilai US$160,7 juta ini diperkirakan rampung konstruksinya pada Agustus dan COD pada September 2018. 

Kemudian PLTU Sulsel Barru 2 dikembangkan PLN dengan investasi US$209 juta.  Proyek ini ditargetkan COD pada 26 Maret 2021.

PLTMG Luwuk 40 MW dikembangkan PLN dengan nilai investasi US$38,5 juta dan ditargetkan COD pada 19 Februari 2019 untuk unit 1, sementara unit 2 pada 19 Mei 2019. 

 

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top