UMKM Daerah Butuh Strategi Kolaborasi Pengiriman Logistik

Pengiriman logistik e-commerce atau dagang-el perlu melakukan strategi kolaborasi terutama untuk Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
Jaffry Prabu Prakoso | 30 Juni 2018 22:31 WIB
Kapal Logistik Nusantara 4 yang melayani tol laut menurunkan kontainer muatannya saat bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengiriman logistik e-commerce atau dagang-el perlu melakukan strategi kolaborasi terutama untuk Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohammad Feriadi mengatakan strategi kolaborasi antarpengusaha jasa logistik dibutuhkan untuk pelayanan lebih baik.

"Saat ini bukan saatnya hypercompetition dengan melakukan perang diskon seperti ongkos kirim. Kita bersaing namun tetap bersanding," katanya kepada Bisnis.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya melakukan kompetisi dengan membebaskan ongkos kirim hanya membuat persaingan tidak sehat. Padahal pasar logistik Indonesia sangat besar.

Berdasarkan hasil penelitian Ernsr & Young dalam studi Roadmap E-Commerce Indonesia, bisnis ini diperkirakan meningkat 10 kali lipat dari tahun 2015 ke 2020 mencapai angka Rp1.800 triliun.

Bagi pengusaha jasa pengiriman barang, ini menjadi potensi besar, apalagi didukung sistem yang kuat.

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga perlu diperhatikan dalam dagang-el. Saat ini hanya sekitar 4 juta UMKM dari 60 juta yang menawarkan barang secara daring.

Angka yang sangat kecil tersebut kata Feriadi karena mereka tidak memiliki kesempatan akibat koneksi pengiriman yang sulit dan terlampau mahal.

Butuh dukungan pemerintah agar pelaku usaha yang berada di luar Jawa ini bisa memperluas pasar. "Kita juga berharap barang UMKM memiliki penetrasi di luar negeri," jelasnya.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahju Setijono mengaku heran sampai saat ini perusahaan jasa kurir harus membangun sendiri gudang atau kantor di setiap wilayah.

Padahal, kalau ada satu infrastruktur yang sama dan bisa dimanfaatkan bersama, tentu dapat meningkatkan efisiensi perusahaan.

Oleh karena itu Posindo dan JNE melakukan kolaborasi ekonomi dengan tujuan menurunkan harga barang. "Nah membangun infrastruktur sampai last mile bareng itu memurahkan. JNE bisa murah, Pos juga murah. Otomatis aset utilisasi akan naik. Kalau naik, harga jadi murah," katanya

Dengan potensi pengiriman barang yang sedang meningkat, seharusnya perusahaan kecil juga bisa melihat peluang ini. Gilarsi juga tidak menutup kemungkinan mengajak perusahaan lain.

Tag : logistik
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top