Debu Vulkanik Gunung Agung Tutupi Ruang Udara, Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara

Penutupan dilakukan terhitung mulai Jumat (29/6/2018) pukul 00.05 WITA hingga pukul 19.00 WITA. Penutupan itu sesuai dengan Notam A2551/18.
Feri Kristianto | 29 Juni 2018 05:11 WIB
Sejumlah pesawat diparkir di landasan pacu saat penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, di Badung, Bali, Rabu (29/11/2017). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, DENPASAR — Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali kembali menutup operasional bandara ini karena alasan debu vulkanik erupsi Gunung Agung.

Penutupan dilakukan terhitung mulai Jumat (29/6/2018) pukul 00.05 WITA hingga pukul 19.00 WITA. Penutupan itu sesuai dengan Notam A2551/18.

Dijelaskan oleh Kepala Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, penutupan itu juga berdasarkan hasil evaluasi oleh komunitas bandara yang dipimpin Kepala Otban Wilayah IV Bali Nusra.

“Aktivitas Gunung Agung Level III [Siaga], dan erupsi berlangsung terus menerus sejak 10.00 WITA, dan VONA masih kategori Orange karena ketinggian hanya mencapai 2.000 meter di atas puncak gunung,” paparnya, Jumat (29/6) dini hari.

Pertimbangan lainnya, Ploting VAAC Darwin memprediksi terjadi sebaran ke atas permukaan dengan ketinggian 23.000 kaki yang mempunyai kecepatan 10 Knot, sudah menutupi ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali. Dari hasil perekaman pilot,  pada ketinggian 15.000-23.000 kaki masih ditemui adanya debu vulkanik di ruang udara dengan arah angin cenderung ke arah Barat dan Barat Daya.

Selain itu, data RGB Citra Satelit terakhir menunjukkan sejak Kamis (28/6) pukul 19.00 WITA hingga Jumat (29/6) pukul 00.00 WITA, debu vulkanik sudah tersebar dengan cepat  yang hampir menutupi ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kecenderungan bergerak ke barat - barat daya.

RGB Citra satelit cuaca Himawari pada Jumat (29/6) pukul 01.00 WITA merekam pergerakan debu vulkanik terdeteksi ke arah barat - barat daya dan menutupi aerodrome Bandara I Gusti Ngurah Rai. 

Sampai dengan Jumat (29/6) pukul 00.38 WITA, hasil Aerodrome Observation dalam bentuk paper test menunjukkan NIL adanya Vulcanic Ash di Area Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebaran debu vulkanik berdasarkan model trayektori BMKG, diprediksi sebaran debu vulkanik akan terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (29/6) pagi.

Hasil prediksi arah angin dari BMKG pada ketinggian/level angin dijelaskan sebagai berikut: 5000 feet (ft) arah angin dari timur, ketinggian 14.000 ft dari timur , ketinggian 18.000 ft dari Timur Laut-Timur, ketinggian 24.000 ft dari Timur.

Namun, dengan pertimbangan ruang udara bandara masih tertutup oleh sebaran debu vulkanik ke arah barat - barat daya atau mengarah ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, sesuai dengan ploting ASHTAM VAWR 5626 maka bandara ditutup hingga Jumat (29/6) pukul 19.00 WITA.

“Evaluasi atas perkembangan situasi penyebarann debu vulkanik dan arah angin akan tetap dievaluasi secara berkala. Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih,” terang Arie.

Tag : gunung agung
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top