Penetapan Investor Proyek PLTSa TPA Suwung Ditarget Rampung November 2018

PT Indonesia Power menargetkan penetapan investor atau mitra untuk menjadi pengembang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) TPA Suwung akan terealisasi pada November 2018.
Ni Putu Eka Wiratmini | 26 Juni 2018 13:54 WIB
. - .pln.co.id

Bisnis.com, DENPASAR– PT Indonesia Power menargetkan penetapan investor atau mitra untuk menjadi pengembang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) TPA Suwung akan terealisasi pada November 2018.

Adapun saat ini, telah ada 53 investor yang tertarik pada proyek PLTSa TPA Suwung. Namun, baru 6 diantaranya yang serius ingin melakukan feasibility studiy (FS). Sebagain besar investor merupakan perusahaan dalam negeri dengan teknologi luar seperti Jerman yang menggunakan sistem pembakaran untuk menghasilkan listrik.

Sementara, jika mitra proyek telah ditetapkan, proses selanjutnya yang akan ditempuh adalah pelaksanaan FS. Rencananya FS akan mulai dilaksanakan pada awal 2019. Selanjutnya, Engineering, Procurement and Construction / EPC Contract) akan ditandatangani pada 2020. Kemudian, Commercial Operation baru akan dimulai pada akhir 2021 atau 2022.

Head of Business Development and Project Management Division II PT Indonesia Power Flavianus Erwin Putranto mengatakan dalam FS nanti akan membahas mengenai teknologi hingga kriteria pasokan sampah. Kriteria itu meliputi kapasitas pasokan per hari, kandungan air maksimum, nilai kalor minimum, dan ukuran.

Jenis sampah yang nantinya tidak dapat masuk PLTSa yakni limbah kimia, limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Kaca, polyvinyl chloride (PVC), batang besi dan alumunium foil, bahan mudah meledak, sampah berdimensi besar, objek sampah berat, potongan beton, lumpur sisa pengolahan limbah cair, dan limbah mikrobiologis atau yang terkontaminasi farmasi.

“Rangkaian pembangunan PLTSa membutuhkan waktu panjang, jika semua lancar kita bisa menjadwalkan pembangkit akhir 2021,” katanya.

Kata dia, pemilihan mitra yang sesuai untuk proyek ini ditentukan lewat teknologi yang ditawarkan investor. Adapun pihaknya mencari investor yang menawarkan teknologi yang proven, unit terpasang baik, efisien, dan murah.

“Kita akan melakukan biding secara objektif, transparan, dan mempertimbangkan teknologi mereka,” katanya.

Menurutnya, PLTSa ini meang harus segera direalisasi karena selama ini sampah di TPA Suwung sudah melebihi kapasitas tampungan. Saat ini dengan 22 Hektar Are lahan sampah yang disulap menjadi Ecopark lewat proyek sanitary landfill telah cukup menjadi solusi. DItambah dengan proyek PLTSa pada 10 hektar are lahan sampah, maka TPA Suwung dipastikan lebih tertata.

Adapun saat ini revitalisasi TPA Suwung saat ini telah mencapai 20%. Area PLTSa yang seluas 10 hektar are sudah 100% rampung dan tinggal dibangun pembangkit. Sementara, sanitary landfill sudah seluas 10 hektar are dengan fokus pengerjaan sisi barat.

“Dalam waktu dekat, tumpukan sampah yang menggunung sudah tidak ada lagi, karena di situ sudah direvitalisasi,” katanya.

Tag : listrik
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top