Selain Harley Davidson, Produsen Jack Daniels Juga Putar Otak Atasi Perang Dagang

Selain Harley Davidson, perang tarif perdagangan juga memaksa merek asal AS lainnya memutar otak, termasuk produsen merk minuman beralkohol Jack Daniel, Brown-Forman Corp.
Aprianto Cahyo Nugroho | 26 Juni 2018 07:31 WIB
Selain Harley Davidson, perang tarif perdagangan juga memaksa merek asal AS lainnya memutar otak, termasuk produsen merk minuman beralkohol Jack Daniel, Brown-Forman Corp.. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Selain Harley Davidson, perang tarif perdagangan juga memaksa merek asal AS lainnya memutar otak, termasuk produsen merk minuman beralkohol Jack Daniel, Brown-Forman Corp.

DIlansir Bloomberg, Brown-Forman Corp, yang juga memproduksi Woodford Reserve dan minuman beralkohol lainnya, harus menaikkan harga untuk produk wiski yang dijual di Uni Eropa menyusul penerapan tarif impor 25%, menurut juru bicara perusahaan Phil Lynch.

Harga yang lebih tinggi, yang katanya terutama akan memengaruhi merek Jack Daniel, akan menyebabkan harga ke pelanggan akhir meningkat sekitar 10%.

Lynch tidak mengatakan apa efek kenaikan harga akan terjadi terhadap penjualan Eropa karena perusahaan masih terus berinvestasi untuk mengembangkan pasar wiski asal AS di Uni Eropa.

Saham Brown-Forman jatuh ke level terendah dalam hampir tujuh bulan terakhir pada perdagangan Senin. Sementara itu, saham Harley Davidson, yang berencana memindahkan pabrik dari AS ke luar negeri, turun 6%.

Harley-Davidson Inc mengatakan akan memindahkan produksi sepeda motor yang dikirim ke Uni Eropa ke fasilitas internasionalnya. Diperkirakan bahwa tarif yang dikenakan Uni Eropa akan merugikan perusahaan US$90 juta hingga US$100 juta per tahun.

Tarif impor Uni Eropa hanyalah pukulan terbaru yang dihadapi Brown-Forman dan Harley akibat imbas kebijakan perdagangan Trump. Setahun setelah Trump menarik AS keluar dari kesepakatan perdagangan Trans-Pasifik pada Januari 2017, Harley mengumumkan akan menutup pabriknya di Kansas City, Missouri, dan menggabungkan produksi di York, Pennsylvania, yang mengakibatkan sekitara 260 tenaga kerja di-PHK.

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top