Pencegahan Karhutla: Pengecekan Lapangan Diintensifkan

Untuk mempertajam akurasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengintensifkan pengecekan lapangan setiap kali hasil pemantauan satelit menunjukkan adanya titik panas.
Sri Mas Sari | 25 Juni 2018 21:02 WIB
Asap mengepul dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (21/2). - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk mempertajam akurasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengintensifkan pengecekan lapangan setiap kali hasil pemantauan satelit menunjukkan adanya titik panas.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B. Panjaitan mengatakan pengecekan lapangan atau groundcheck bertujuan memastikan apakah terjadi karhutla pada lokasi terpantau hotspot.

"Jika benar terjadi kebakaran dapat segera dilakukan langkah antisipasi penanggulangan secara dini pada areal yang terbakar," katanya, Senin (25/6/2018).

Menurut dia, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Manggala Agni secara rutin melakukan pemantauan hotspot melalui website www.sipongi.go.id.

Manggala Agni Daops Sarolangun, Jambi, misalnya, melakukan groundcheck di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun, setelah hasil pemantauan menunjukkan hostpot di lokasi itu. Hasil pengecekan menemukan lahan bekas terbakar sekitar 1 hektare pada Minggu (24/6/2018).

Groundcheck juga dilakukan Manggala Agni Daops Kapuas, Kalimantan Tengah, bersama dengan anggota TNI kemarin setelah satelit Terra Aqua menunjukkan adanya hotspot di Desa Harapan Baru, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, sehari sebelumnya. Lokasi hotspot yang berjarak 120 km dari markas Daops ditempuh selama lebih dari 3 jam menggunakan kendaraan roda dua dan dilanjutkan dengan perahu kelotok. Pada lokasi groundcheck, ditemukan lahan terbakar seluas 5 ha. Kini kondisi api sudah padam total.

Selain groundcheck, Manggala Agni memadamkan api di wilayah-wilayah yang terjadi kebakaran, seperti di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Luas terbakar mencapai 25 ha pada areal gambut. Manggala Agni terus berupaya memadamkan api yang masih berkobar hingga Minggu sore (24/6/2018).

Pembersihan lahan bekas terbakar atau mopping up juga dilakukan oleh Manggala Agni Daops Malili, posko siaga di Kabupaten Tana Toraja, pada areal terbakar di Kelurahan Buntu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja seluas 1 ha. Lahan tersebut berbukit dengan vegetasi terbakar alang alang, pakis, dan semak. Penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian pengunjung lokasi obyek wisata.

Berdasarkan satelit NOAA, Minggu (24/6/2018) pukul 20.00 WIB, tidak terpantau adanya hotspot. Adapun berdasarkan satelit Terra Aqua, terpantau satu hotspot di Nusa Tenggara Timur.

Tag : kebakaran hutan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top