Wilayah Tertinggal Jadi Prioritas Pemerintah untuk Penyambungan daya 450 VA

Pemerintah memprioritaskan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) untuk mendapatkan bantuan dalam bentuk penyambungan gratis daya listrik 450 VA.
Denis Riantiza Meilanova | 25 Juni 2018 21:52 WIB
Teknisi Pengerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) mengerjakan perawatan jaringan listrik di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memprioritaskan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) untuk mendapatkan bantuan dalam bentuk penyambungan gratis daya listrik 450 VA.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (22/6).

"Iya 3T saja. Itu kan diutamakan sekarang, (implementasinya) bisa dalam bentuk Lisdes (Listrik Desa) dari PLN," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Senin (25/6/2018).

Dia mengatakan alasan utama pemerintah fokus pada wilayah terisolir adalah masih rendahnya konsumsi masyarakat atas penggunaan listrik.

"Kalau 3T kan kemampuan daya beli masih rendah, mau tidak mau disediakan (pemasangan listriknya)," katanya.

Penyediaan pemasangan listrik gratis 450 VA, kata Andy, menjadi penting bagi masyarakat miskin dan rentan miskin karena biaya pemasangan listrik selama ini dibebankan kepada para pelanggan. Semakin tinggi daya listrik, semakin tinggi pula biaya pemasangan tersebut.

Meski begitu, Andy menambahkan, tidak menutup kemungkinan subsidi tersebut juga akan diberikan bagi masyarakat di wilayah pulau Jawa yang tergolong masyarakat Miskin dan Rentan Miskin yang belum terdapat dalam data terpadu yang mengajukan pemasangan listrik baru berdaya 450 VA ke PLN.

Saat ini pemerintah masih melakukan kajian penggunaan jenis pembangkit yang cocok untuk percepatan elektrifikasi pada wilayah 3T tersebut.

Terkait subsidi listrik bagi pelanggan daya 900 VA untuk rumah tangga, Andy menjelaskan, pencantuman dalam data terpadu tidak akan diubah, bahkan pemerintah akan menambah jumlah pemberian subsidi listrik berdaya 900 VA apabila dimungkinkan.

"Tidak ada yang dikurangin (subsidi listrik 900 VA). Justru malah kemungkinan naik ada karena ada pelanggan baru," tutup Andy.

Sebagai informasi, data terpadu adalah sistem elektronik yang memuat infomasi sosial, ekonomi dan demografi dari individu dengan status kesejahteraan terendah di Indonesia yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Kementerian Sosial.

Tag : pln
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top