B. Braun Indonesia Resmi Memulai Produksi Komersial Pabrik Cairan di Karawang

B. Braun Indonesia resmi memulai produksi komersial pabrik cairannya di Karawang hari ini, Senin (25/06)
Mia Chitra Dinisari | 25 Juni 2018 12:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  B. Braun Indonesia resmi memulai produksi komersial pabrik cairannya di Karawang hari ini, Senin (25/06).

Fasilitas manufakturing produk pharmaceutical tersebut akan memproduksi lebih dari satu juta botol per bulan untuk mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia akan cairan infus yang berkualitas namun tetap terjangkau.

Fasilitas manufakturing ini resmi dibuka oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 27 Juli 2017 yang turut didampingi oleh Member of the Management Board B. Braun Melsungen dan Presiden B. Braun Asia Pacific, Anna Maria Braun.

Managing Director B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel mengungkapkan, selama hampir 40 tahun, B. Braun telah hidup di Indonesia meengimplementasikan visinya untuk melindungi dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

"Hari ini, kami meneruskan komitmen kami bagi bangsa ini dengan memulai produksi komersial fasilitas manufakturing kami di Cikampek, Karawang. Kami berusaha untuk menyediakan produk dan layanan yang terbaik, dengan fokus utama pada optimisasi proses, keamanan, kemitraan, dan kemajuan.” ujarnya dalam siaran persnya.

Investasi B. Braun pada fasilitas manufakturing tersebut bersinergi dengan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Keseahatan, dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 17/2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Ketika produksi komersial mulai beroperasi, Indonesia akan mampu meminimalisir ketergantungannya terhadap produk impor dan bahkan mampu mengubah posisinya menjadi negera pengekspor - mampu mengantisipasi pasokan kebutuhan medis di masa depan.

Dibangun di area seluas 19 hektar dengan nilai investasi lebih dari satu triliun Rupiah, fasilitas ini memiliki teknologi bangunan dan produksi terkini dan telah tersertifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 30 Januari 2018 lalu. Kapasitas produksi tahunannya mampu menembus angka 15 juta botol untuk tahap satu dan 50 juta botol untuk tahap dua mendatang.

Fasilitas manufakturing ini memproduksi Ecosol Ringer Lactate, Ecosol Sodium Chloride 0.9%, Ecosol Glucose 5%, Ecosol Glucose 10%, Ecosol Glucose 5% & Sodium Chloride 0.9%, Ecosol Water for Injection, dan Sterofundin ISO.

 

Tag : manufaktur
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top