Impor Mei 2018 Sentuh US$17,64 Miliar, Impor Migas Jadi Pendorong

Badan Pusat Statistik mencatat impor Mei 2018 naik 9,17% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi US$17,64 miliar.
Rayful Mudassir | 25 Juni 2018 11:31 WIB
Ilustrasi - jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik mencatat impor Mei 2018 naik 9,17% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi US$17,64 miliar.

Nilai impor ini juga lebih tinggi 28,12% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya, yang senilai US$11,95 miliar. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyampaikan dari angka tersebut, impor non migas tercatat sebesar US$14,84 miliar.

"Dilihat per komponen, impor migas naik tinggi 20,95% sedangkan impor non migas meningkat 7,19%," sebutnya dalam konferensi pers, Senin (25/6/2018).

Menurut Suhariyanto, kenaikan impor disebabkan oleh meningkatnya harga minyak dan gas. 

Sementara itu, berdasarkan penggunaan barang, kenaikan impor didorong oleh barang konsumsi. Dia menuturkan peningkatan barang konsumsi ini akan berpengaruh terhadap konsumsi rumah tangga.

BPS menyebutkan barang konsumsi naik 14,88% dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan secara tahunan tumbuh hingga 34,01%. Ramadan menjadi salah satu faktor pengerek.

Bahan baku penolong tumbuh 9,02% secara month-on-month (mom) dan meningkat 24,55% secara tahunan. Beberapa bahan baku penolong yang naik adalah raw sugar, emas, batu bara, dan besi.

Di sisi barang modal, kenaikannya cukup tinggi yakni mencapai 43,4% secara year-on-year (yoy) dan 6,63% secara mom. Impor laptop menjadi salah satu penyebab. 

Tag : impor
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top