Ekspor Mei 2018 Naik, Ini Komoditas Penopangnya

Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Mei 2018 meningkat 9,25% menjadi US$16,12 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$14,47 miliar. Pertumbuhan didukung oleh naiknya ekspor beberapa komoditas.
Rayful Mudassir | 25 Juni 2018 11:19 WIB
Alat berat dioperasikan untuk membongkar muatan batu bara dari kapal tongkang, di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Mei 2018 meningkat 9,25% menjadi US$16,12 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$14,47 miliar. Pertumbuhan didukung oleh naiknya ekspor beberapa komoditas.

Nilai ekspor ini juga lebih tinggi 12,47% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya, yang senilai US$14,29 miliar. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebutkan ekspor pertanian mengalami kenaikan 3,65% dibandingkan realisasi April 2018. Sementara itu, ekspor komoditas tambah tumbuh 7% dan industri meningkat 9,9%.

"Peningkatan ekspor pertanian terjadi pada komoditas mutiara hasil budidaya, tembakau, dan sarang burung. Penurunannya terjadi di beberapa komoditas yakni tanaman obat, aromatik dan rempah-rempah, baik lada hitam maupun putih," paparnya dalam konferensi pers, Senin (25/6/2018).

Untuk barang pengolahan, terjadi peningkatan yang tinggi di ekspor besi baja, timah, pakaian jadi, serta barang kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian. Untuk komoditas tambang, pertumbuhan terjadi di ekspor bijih tembaga, batu bara, dan bijih logam lainnya. 

Suhariyanto melanjutkan terjadi peningkatan besar untuk timah tujuan Singapura dan Korea Selatan (Korsel). Sementara itu, ekspor besi dan baja tumbuh hingga 45% untuk tujuan China dan Korsel.

Barang rajutan naik 38% untuk tujuan AS dan Jepang. Menurutnya, pengiriman barang tekstil ke AS cukup tajam karena Negeri Paman Sam sudah memasuki musim panas. 

Di sisi lain, terjadi penurunan besar untuk ekspor perhiasan, lemak dan minyak hewan nabati (termasuk CPO) yang terpangkas 2,5%. Bubur kayu, karet, dan kapal laut juga mengalami penyusutan pengiriman.

 

Tag : ekspor
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top