GAPKI : Produksi Minyak Sawit Kuartal I/2018 Naik 24%

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit melansir kinerja kuartal pertama minyak sawit indonesia.
Pandu Gumilar | 24 Juni 2018 18:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit melansir kinerja kuartal pertama minyak sawit indonesia.

Pada kinerja produksi minyak sawit Indonesia pada kuartal I 2018 naik mencapai 24% dibandingkan periode yang sama 2017 atau dari 8,4 juta ton pada kuartal I 2017 naik menjadi 10,41 juta ton periode yang sama 2018.

Produksi yang meningkat cukup signifikan ini disebabkan pada kuartal I 2017 yang masih masa pemulihan dari kekeringan akibat El Nino yang dialami pada tahun 2015.

Selain itu,juga luasan tanaman yang mulai menghasilkan mulai bertambah sehingga produksi dapat tetap meningkat meskipun banyak perkebunan yang melaksanakan peremajaan kebunnya.

Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia pada Maret 2018 juga tercatat naik kurang lebih 1%.

Sepanjang Maret volume ekspor minyak sawit Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) hanya mampu mencapai 2,4 juta ton, atau terkerek 33.860 ton dibandingkan Februari lalu yang mencapai 2,37 juta ton.

Berdasarkan GAPKI, kinerja ekspor yang relatif stagnan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah India yang menaikkan pajak impor minyak nabatinya di awal Maret 2018 untuk CPO 44% dari semula hanya 30% dan refined palm oil 54% dari semula 40%.

Kebijakan India yang menaikkan pajak impor minyak nabati, menyebabkan ekspor minyak sawit Indonesia ke India tergerus 33.440 ton atau turun sekitar 8% pada Maret 2018 dibandingkan bulan sebelumnya, atau dari 442.090 ton di Februari turun menjadi 408.650 ton di Maret.

Penurunan ekspor minyak sawit Indonesia pada Maret 2018 dibandingkan bulan sebelumnya juga terjadi kebBangladesh 59%, negara Timur Tengah 30% dan Pakistan 0,5%.

Di lain pihak beberapa negara pasar tradisional tujuan ekspor Indonesia seperti Uni Eropa, China dan Amerika Serikat pada Maret 2018 masing-masing mencatatkan kenaikan impor 38%, 16% dan 11% dibandingkan bulan Februari. Pasar baru negara Afrika juga ikut membukukan kenaikan impor sebesar 38%.

Dari sisi produksi, pada Maret 2018 produksi minyak sawit Indonesia mencatatkan kenaikan 9% atau dari 3,35 juta ton pada Februari lalu naik menjadi 3,65 juta ton pada Maret ini. Peningkatan produksi ini karena hari kerja yang panjang dan cuaca yang mendukung.

Dengan produksi yang masih meningkat dan ekspor yang relatif stagnan, stok minyak sawit Indonesia membukukan kenaikan menjadi di 3,65 juta ton di akhir Maret dibandingkan Februari lalu di 3,5 juta ton.

Tag : minyak sawit, produksi cpo
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top