Agri : Kuota Impor Gula Akan Selalu Habis Dimanfaatkan

Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) menyatakan pihaknya akan mampu menghabiskan izin impor 1,8 juta ton untuk impor gula mentah untuk gula rafinasi.
M. Richard | 24 Juni 2018 15:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) menyatakan pihaknya akan mampu menghabiskan izin impor 1,8 juta ton untuk impor gula mentah untuk gula rafinasi.

Ketua Umum AGRI Rachmad Hariotomo mengatakan, pencapaian 1,3 juta ton merupakan data sampai bulan April, sedangkan hingga akhir semester I/2018 kuota tersebut diprediksikan habis.

"Data itu kan baru sampai April, sedangkan sampai akhir semester nanti, kami pasti usahakan habis, cuma mungkin tidak semua karena ada beberapa perubahan kontrak," katanya kepada Bisnis, Minggu (24/6/2018).

Dia menjelaskan, meningkatnya industri makanan dan minuman dalam event Puasa Lebaran lalu, menggambarkan bahwa penyerapan impor gula mentah juga akan lebih signifikan.

"Kalau Puasa Lebaran kan industri Mamin meningkat, permintaan gula rafinasi menigkat, impor gula mentahnya juga," jelasnya.

Mengenai kekhawatiran Kementerian Perdagangan tentang tidak habisnya kuota impor dan rencana perpendekan jangka waktu impor, Rachmat mengatakan, pihaknya akan tetap mengikuti regulasi yang apapun yang ada.

Hanya saja, hal pemendekan jangka waktu izin impor akan mempersulit pengusaha dalam membuat kontrak, pengapalan, dan melakukan koordinasi dengan industri Mamin nantinya.

"Jadi, kita berharapnya tetap satu semester, itu lebih efektif," katanya.

Adapun, dia menjelaskan, pemberlakuan izin impor berjangka waktu 6 bulan telah berjalan sejak 3 tahun yang lalu.

Pemberlakuan janga waktu tersebut ditujukan untuk efektifitas pembuatan kontrak, pengapalan, dan koordinasi importir dengan industri makanan dan minuman.

Tag : impor gula
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top