Integrasi PGN—Pertagas Masih Difinalisasi

Proses integrasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dan PT Pertamina Gas masih terus digodok. Pertamina menargetkan finalisasi transaksi integrasi subholding gas BUMN Migas itu pada 29 Juni 2018.
Surya Rianto | 24 Juni 2018 18:44 WIB
Pipa Gas-1. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Proses integrasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dan PT Pertamina Gas masih terus digodok. Pertamina menargetkan finalisasi transaksi integrasi subholding gas BUMN Migas itu pada 29 Juni 2018.

Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Jobi Triananda Hasjim mengatakan, perseroan masih wait and see untuk memutuskan skema proses integrasi dengan Pertamina Gas. Perseroan masih belum bisa berkomentar lebih jauh terkait kebutuhan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa maupun skema pembayaran transaksi integrasi tersebut.

"Pokoknya, semua lagi proses, kami targetkan bulan ini semuanya rampung," ujarnya pada Jumat (22/6).

Plt. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memang sempat mengatakan, kalau transaksi holding migas ditargetkan bisa rampung pada 29 Juni 2018.

"Pada 29 Juni 2018 itu untuk target transaksi integrasi," ujarnya.

Dalam peraturan Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas disebutkan bila transaksi akuisisi kurang dari 50% dari jumlah kekayaan bersih suatu perusahaan, direksi pun tidak perlu meminta persetujuan lewat RUPS.

Sampai kuartal I/2018, PGN mencatat posisi aset senilai US$6,46 miliar.

Adapun, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno sempat menyebutkan valuasi Pertagas tidak bakal lebih dari US$2,5 miliar. Hal itu berarti valuasi Pertagas yang bakal diakuisisi PGN bernilai di bawah 50% dari aset emiten berkode PGAS sehingga tidak membutuhkan RUPS.

Di sisi lain, sampai 2017, Pertagas mencatat nilai asetnya US$1,92 miliar.

Tag : bumn migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top