Platform VoD Asia Tenggara Susun Kode Etik

Kode etik tersebut bersifat mengatur diri sendiri (self-regulatory) untuk menjaga kepentingan konsumen.
N. Nuriman Jayabuana | 24 Juni 2018 15:19 WIB
Netflix akan tayangkan film Disney's Marvel & Star Wars - Digital Trend

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah perusahaan penyedia layanan video-on-demand yang berkedudukan di Asia Tenggara, yaitu ASTRO, dimsum, Fox+, HOOQ, iflix, Netflix, tonton, TVB, dan The Walt Disney Company Asia Tenggara, mengumumkan Kode Etik Konten Industri Video-on-Demand Berlangganan.

Kode etik tersebut bersifat mengatur diri sendiri (self-regulatory) untuk menjaga kepentingan konsumen.

Kode etik itu disebut mengatur prinsip-prinsip untuk memastikan konten yang disuguhkan platform penyedia layanan VoD bersifat autentik, bebas dari ujaran kebencian, kejahatan kebencian, pornografi, dan sebagainya.

Melalui kode etik tersebut, perusahaan penyedia layanan VoD berkomitmen menyediakan fitur dan mekanisme pengendalian keamanan. Hal itu dipersiapkan untuk memastikan konten yang ditayangkan sesuai dengan usia pengguna platform VoD.

Inisiatif pembentukan kode etik perusahaan penyedia layanan VoD ini merupakan tindak lanjut komitmen ASEAN Telecom Regulators Council yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada September 2017. 

Tidak hanya perusahaan penyedia layanan VoD, inisiatif tersebut juga didukung oleh asosiasi industri regional, bernama CASBAA. Kode ini juga disebut menjadi upaya pelaku industri untuk menghadirkan perbedaan antara layanan resmi dan situs penyedia konten bajakan.

“Ketika seorang pelanggan menyaksikan konten dari situs bajakan, selain membuyarkan bisnis yang sah, ketiadaan pengawasan terhadap konten juga berarti bahwa anak-anak di bawah umur akan sangat mudah terpapar konten berisi pornografi dan kekerasan,” ujar CEO of CASBAA Louis Boswell dalam keterangan resmi (21/6/2018).

Tag : streaming
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top