Angkasa Pura I Siapkan Rp400 Miliar untuk BSB

PT Angkasa Pura I (Persero) mengestimasi kebutuhan dana sekitar Rp400 miliar untuk mengelola Bandara Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur.
Rivki Maulana | 21 Juni 2018 02:24 WIB
Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto atau Bandara Samarinda Baru. - Istimewa/Kemenhub

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) mengestimasi kebutuhan dana sekitar Rp400 miliar untuk mengelola Bandara Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur.

Pengelolaan bandara yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur itu diharapkan bisa dimulai 6 bulan mendatang.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan Angkasa Pura I menyiapkan dana sekitar Rp400 miliar agar beberapa komponen di sisi udara seperti lampu landasan pacu kualitasnya sama dengan 13 bandara yang dikelola perseroan.

Saat ini perseroan masih merumuskan bentuk kerja sama dengan Pemprov Kalimantan Timur. Kedua belah pihak sebelumnya telah meneken nota kesepahaman terkait pengelolaan bandara yang juga dikenal sebagai Bandara Samarinda Baru itu.

"Bentuk kerja samanya pasti win-win solution. Pola kerja samanya nanti KSO [kerja sama operasi]. Harapan kami, dalam 6 bulan ke depan bentuk kerja samanya sudah selesai," jelas Faik kepada Bisnis.com.

Pengelolaan Bandara Samarinda Baru (BSB) oleh perseroan, menurut Faik, merupakan langkah yang ideal karena menguntungkan masing-masing pihak. Dia yakin trafik di Bandara Samarinda Baru bakal tetap optimal kendati berdekatan dengan Bandara Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan di Balikpapan, bandara yang juga dikelola Angkasa Pura I. "Karena berdekatan, idealnya dikelola operator yang sama," ujar Faik.

Untuk diketahui, Bandara APT Pranoto ini dibangun oleh Pemprov Kalimantan Timur sejak 2011 dan selesai pada 2017. Pada awal 2018 diserahkan pada Ditjen Perhubungan Udara untuk dioperasionalkan dan dikembangkan lebih lanjut melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Temindung.

Bandara Samarinda Baru memiliki dimensi landasan pacu  2.250 m x 45 m dan akan dikembangkan hingga 2.500 m × 45 m agar bisa melayani pesawat sekelas Boeing B737 NG atau Airbus A320. Pesawat tersebut dapat melayani penerbangan jarak dekat dan jauh untuk membangun konektivitas penerbangan.

Direktur Marketing & Services Angkasa Puar I, Devy Suradji sebelumya mengatakan Bandara Samarinda Baru dan Bandara SAMS Balikpapan punya pangsa pasar yang berbeda. Di Balikpapan, pangsa pasar terbesar adalah penumpang dari kalangan keluarga, kemudian bisnis, dan pariwisata. Sementara itu, di Samarinda, arus penumpang didominasi kalangan yang bepergian untuk keperluan bisnis dan kedinasan.

Oleh karena itu, Angkasa Pura I menyiapkan sejumlah rencana untuk pengelolaan Bandara Samarinda Baru, mulai dari ragam destinasi dan jenis pesawat. "Jadi, keduanya akan kami kolaborasikan, seperti [Bandara] Cengkareng dengan [Bandara] Halim," terang Devy.

Tag : bandara
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top