SMRA Fokus Kembangkan Hunian Vertikal di Kelapa Gading

PT Summarecon Agung Tbk dengan kode saham SMRA mulai fokus menggarap bisnis hunian vertikal di daerah Kelapa Gading.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 21 Juni 2018 02:02 WIB
Ilustrasi pembangunan apartemen - Antara/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Summarecon Agung Tbk dengan kode saham SMRA mulai fokus menggarap bisnis hunian vertikal di daerah Kelapa Gading.

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Adhi mengatakan saat ini perusahaan ingin mengatasi keterbatasan lahan dengan menggenjot bisnis hunian vertikal di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia berpendapat sejumlah proyek eksisting seperti Apartemen Kessington menjadi salah satu fokus utama perusahaan.

“Saat ini tidak ada lahan yang siginifikan, Apartemen Kessington sudah dalam proses serah terima,” ujar Adrianto Adhi beberapa waktu lalu dan dikutip Bisnis, Rabu (20/6/2018).

Dia mengaku saat ini perusahaan memasang strategi baru guna menyesuaikan dengan dinamika pasar properti. Pasalnya, saat ini sekitar 80% pemburu hunian adalah golongan first home buyer dan upgrader. Ada pun tingginya angka end-user inilah yang mendorong perusahaan fokus membangun proyek dengan harga dan fasilitas cicilan yang lebih mudah.

“Kami perhatikan, kalau strategi inovasi bukan hanya produk atau desain, tetapi juga dalam cara pembayaran. Makanya ada kemudahan bagi konsumen uang muka bisa sampai 18 kali, cash bertahap tidak sampai 48 bulan. Ini artinya inovasi kita selain produk dan luasan kita berusaha sedekat mungkin dengan demand masyarakat sekarang,” paparnya.

Menurut Jemmy Kusnadi, Corporate Secretary Summarecon Agung di Kelapa Gading sendiri saat ini SMRA masih memiliki sekitar 8 hektar untuk dikembangkan menjadi hunian baru. Dia yakin daerah ini akan memiliki permintaan yang tinggi seiring dengan kehadiran moda transportasi baru yaitu light rapid transit (LRT).

“Ke depannya kita sangat mungkin tidak mengembangkan lagi landed house tetapi vertikal. Kemudian untuk Apartemen Kessington sendiri terdiri dari 4 tower rencananya diserahterimakan akhir tahun ini bertahap,” ungkapnya.

Sementara itu, dikutip dari Rumah.com Property Affordability Sentiment Index yaitu survei yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga survei Singapura, Intuit, menunjukkan 59% responden berusia 20-39 tahun tertarik membeli apartemen dalam enam bulan ke depan. Minat yang lebih tinggi lagi ditunjukkan oleh generasi selanjutnya. Sebanyak 61% responden usia 40-60 tahun menyatakan berminat membeli apartemen dalam enam bulan ke depan.

Ada pun tingginya minat terhadap apartemen ini tidak lepas dari karakter apartemen, yakni hunian dengan harga yang relatif terjangkau dan berada di lokasi yang strategis. Dengan demikian, apartemen bisa dimanfaatkan juga sebagai investasi.

Menurut Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan dari sudut pandang konsumen milenial, apartemen adalah properti yang menarik. Letaknya yang strategis mendukung karakter mereka yang aktif dan dinamis. Apartemen biasanya terletak tak jauh dari pusat hiburan serta mudah menjangkau akses transportasi. Harganya juga masih bisa dijangkau oleh mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta.

"Sementara dari sudut pandang generasi yang lebih tua, mereka yang sudah mapan membidik apartemen sebagai sarana investasi. Kenaikannya lebih pesat jika dibandingkan rata-rata kenaikan rumah tapak. Apartemen juga relatif lebih mudah disewakan ketimbang rumah tapak,” pungkas Ike.

Tag : apartemen
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top