PERANG TARIF, Ekonom: Peluang RI Isi Pasar AS dan China Terbatas

"Perhitungan kami untuk [produk] Indonesia bisa mengisi pasar Amerika dan China masih sangat terbatas," kata pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Fithra Faisal kepada Bisnis.
M. Richard | 20 Juni 2018 11:28 WIB
Ilustrasi. - .Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah Amerika Serikat dan China saling berbalas, terkait ancaman pengenaan tarif impor sejumlah produk dari dua negara tersebut.

Ketika dua mitra dagang bertikai, kedua negara tersebut diyakini akan mencari mitra dagang baru untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka.

Hal tersebut merupakan hal yang wajar, karena di era globalisasi tidak ada satu negara pun di dunia yang memproduksi seluruh komoditas dan memprosesnya sendiri.

Kalau pun mengambil langkah mundur, negara tersebut membutuhkan masa transisi yang tidak sebentar.

Oleh karena itu, sangat wajar jika seandainya Indonesia dalam hal ini ingin mencari keuntungan ekonomi dari pertikaian Negeri Paman Sam dan China.

"Perhitungan kami untuk [produk] Indonesia bisa mengisi pasar Amerika dan China masih sangat terbatas," kata pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Fithra Faisal kepada Bisnis.

Sebagai informasi, komoditas unggulan yang diekspor dari Amerika ke China antara lain jagung, kacang kedelai, daging babi, makanan laut, minyak nabati, jeruk Florida, kapas, mobil dan motor Harley Davidson.

Sementara itu, komoditas utama yang diekspor China ke Amerika adalah aluminium, besi, baja, alat transportasi, barang elektronik, mesin peralatan manufaktur, produk otomotif dan alas kaki.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta W Kamdani menjelaskan, Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan ekspor CPO, garmen dan tekstil.

"Cuma untuk itu kita perlu mengindentifikasi [peluang] tersebut dan melakukan lobi secara bilateral," katanya.

 

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top