Satu Kursi Buat Toyota di Dewan Direksi Grab

Grab berencana mengembangkan layanan mobil terhubung dalam Toyota Mobility Service Platform untuk meningkatkan pengalaman mitra pengemudi.
N. Nuriman Jayabuana | 20 Juni 2018 13:59 WIB
Pengunjung pergelaran Money 20/20 Asia 2018 melihat-lihat stand GrabPay, di Marina Bay Sands Singapura, Kamis (15/3/2018). - JIBI/Puput Ady Sukarno

Bisnis.com, JAKARTA — Toyota mengumumkan keterlibatannya sebagai investor tunggal pada putaran pendanaan terbaru perusahaan ride-hailing Grab senilai US$1 miliar. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Toyota bakal menempatkan satu eksekutifnya ke dalam jajaran direksi Grab.

Executive Vice President sekaligus President of Toyota’s in-house Connected Car Company Shigeki Tomoyama menyatakan akan memperkuat kolaborasi dengan menghubungkan teknologi yang dipergunakan Toyota bersama Grab.

"Bersama Grab, kami akan mengembangkan sejumlah layanan yang lebih menarik, aman dan terjamin bagi seluruh pengguna produk kami di Asia Tenggara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/6).

Dalam kesepakatan tersebut, transaksi itu akan diselesaikan secara bertahap sesuai terpenuhinya beberapa tahapan.  Melalui pendanaan itu, Grab berencana mengembangkan layanan mobil terhubung dalam Toyota Mobility Service Platform untuk meningkatkan pengalaman mitra pengemudi.

Selebihnya, kedua perusahaan hendak meluncurkan layanan mobil terhubung seperti asuransi berbasis telematika yang dapat menekan biaya premi mitra pengemudi Grab.

Toyota mengklaim nilai kucuran modal kepada Grab merupakan investasi terbesar yang pernah dilakukan produsen otomotif global kepada perusahaan ride-hailing. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan visi perusahaan mengembangkan platform mobilitas terpadu satu pintu (one-stop mobility platform).

Bagi Grab, pendanaan Toyota memungkinkan perusahaan lebih leluasa mengembangkan layanan online-to-offline (O2O) yang sudah tersedia, terutama GrabFood dan GrabPay.

Grab saat ini menjangkau sebanyak 217 kota yang berada di delapan negara Asia Tenggara. Ragam layanan yang tersedia mulai dari transportasi, pengantaran paket dan makanan, dan pembayaran mobile.

Perusahaan itu mengklaim sebagai startup teknologi pertama di Asia yang sudah mencapai estimasi run-rate revenues melebihi US$1 miliar dengan basis pengguna yang telah mengunduh aplikasi Grab mencapai lebih dari 100 juta.

President of Grab Ming Maa menyatakan dukungan Toyota sebagai pabrikan otomotif terbesar di dunia dapat mendorong tersedianya berbagai solusi mobilitas terbaru dan pengembangan layanan O2O.

"Kami bangga didukung oleh para pemimpin industri seperti Toyota, Uber, Didi Chuxing dan Softbank,” ujarnya.

Grab merupakan kompetitor terbesar Go-Jek dalam bisnis penyediaan layanan on-demand di Indonesia. Sama halnya dengan Go-Jek, perusahaan itu turut menyediakan layanan pesan antar makanan dan pengiriman paket di samping layanan transportasi. Grab turut menggandeng mitra lokal yaitu OVO untuk penyediaan layanan pembayaran berbasis mobile bernama GrabPay.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top