Pengusaha Marketplace Catatkan Rekor Trafik Saat Ramadan-Lebaran 2018

Periode Ramadan dan Lebaran tahun ini menjadi momentum para pengusaha toko daring berkonsep marketplace dalam mencatatkan kenaikan transaksi hingga berkali-kali lipat.
Agne Yasa | 19 Juni 2018 19:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Periode Ramadan dan Lebaran tahun ini menjadi momentum para pengusaha toko daring berkonsep marketplace dalam mencatatkan kenaikan transaksi hingga berkali-kali lipat.
Country Brand Manager Shopee Rezki Yanuar mengatakan, perusahaannya menggelar program Big Ramadan Sale yang menghasilkan kenaikan transaksi hingga 500% dibandingkan dengan periode Ramadan-Lebaran 2017.
“Jika tahun lalu rata-rata transaksi tercatat sebanyak 300.000/hari, tahun ini kami mencatat pencapaian 1,5 juta transaksi pada 28 Mei—4 Juni. Selain itu, tercatat sebanyak 555 juta kunjungan pada belanja Ramadan tahun ini,” paparnya, Selasa (19/6/2018).
Sementara itu, CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengungkapkan, bukan tidak mungkin kampanye belanja Tokopedia Ramadan Ekstra dapat menjadi festival tahunan seperti Black Friday di Amerika Serikat.
Data Tokopedia mencatat, saat puncak Ramadan Ekstra pada 25 Mei, nilai transaksi yang dibukukan setara dengan akumulasi nilai transaksi sepanjang 5 tahun pertama berdirinya Tokopedia, yaitu Agustus 2009–Juni 2014. Selama Mei 2018, tercatat jumlah trafik di Tokopedia mencapai 332 juta kunjungan.
Tak ketinggalan, Bukalapak—yang memiliki program Buka Yang Baik—turut membukukan tren peningkatan transaksi konsumen.
“Untuk trafik kunjungan dibandingkan Ramadan tahun lalu meningkat di atas empat kali lipat. Program flash deal dan Buka Yang Baik jadi salah satu pemicu utama dari kenaikan trafik di Ramadan,” kata Corcomm Manager Bukalapak Evi Andrarini.
Di sisi lain, iPrice Group memaparkan hasil riset bahwa telah terjadi peningkatan ketertarikan konsumen RI terhadap transaksi daring selama Ramadan tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Riset yang dilakukan terhadap 2 juta pengguna iPrice di Indonesia tersebut mengungkapkan, terdapat tujuh kota dengan konsumen teraktif berbelanja daring selama Ramadan, yaitu Jakarta (942%), Surabaya (12%), Yogyakarta (9%), Medan (5%), Makassar (5%), Bandung (4%) dan Balikpapan (2%). 

Tag : e-commerce
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top