Besi Penyangga Dicuri, Tower PLN di Kabupaten Kerinci Roboh

Indikasi penyebab robohnya tower yang berdampak padam listrik di Kota Sungai Penuh dan sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci tersebut adalah pencurian besi tiang penyangga tower.
Denis Riantiza Meilanova | 17 Juni 2018 08:44 WIB
Ilustrasi tower PLN - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA--Pasca robohnya tower listrik 150 kV di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Bangko, Merangin, Jambi, pada Kamis (14/6/2018) lalu, PLN segera ambil tindakan cepat untuk memulihkan listrik.

Indikasi penyebab robohnya tower yang berdampak padam listrik di Kota Sungai Penuh dan sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci tersebut adalah pencurian besi tiang penyangga tower.

Dikutip dari keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Minggu (17/6/2018), PLN Wilayah Sumbar dan PLN P3BS segera bertindak untuk memenuhi kebutuhan listrik di beberapa obyek vital sembari bekerja cepat untuk mendirikan tower kembali.

Dalam pelaksanaan pendirian tower diterjunkan tim PDKB P3BS sebanyak 25 orang, Tim Ericson dan triming (penarikan) 18 orang dari UPT Jambi beserta UPT di bawah jajaran P3BS, juga tak luput masyarakat setempat yg tergabung dalam Helper sebanyak 13 orang.

General Manager PLN Wilayah Sumbar Susiana Mutia menyampaikan bahwa sejak Jumat (15/6/2018) tim dari PLN P3BS sudah berada di lokasi untuk persiapan mendirikan tower darurat dan PLN Wilayah Sumbar juga telah melakukan upaya penormalan listrik dengan menggunakan suplai dari sistem Solok Selatan.

Walaupun belum semua daerah menyala kembali, upaya ini berhasil menyalakan 12 trafo yang berdampak menyala listrik di obyek vital Sungai Penuh, antara lain Kantor Polres Sungai Penuh, SPBU, lingkungan Pasar Sungai Penuh, Bank BRI, Rumah Sakit, PDAM, Rumah Tahanan, Kantor DPRD Kabupaten, dan Mapolsek Kota Sungai Penuh.

Selanjutnya, PLN Wilayah Sumbar melakukan upaya pengiriman genset dari area-area, yaitu Padang, Bukittinggi, Solok dan Payakumbuh untuk support kelistrikan. Pengiriman ini sudah dilakukan sejak Jumat (15/6/2018).

Susiana menyampaikan permohonan maaf untuk segala ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat Kota Sungai Penuh, terlebih musibah ini terjadi di H-1 hari raya Idulfitri.

“Kami sudah upayakan keandalan pasokan, petugas juga standby 24 jam. Namun musibah tidak mampu ditolak. Alhamdulillah petugas siaga, sehingga proses penormalan sistem dan pengiriman genset tidak memakan waktu lama,” ujar Susiana dalam keterangan tertulis, Minggu (17/6/2018).

Susiana berpesan agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap aset PLN yang ada di sekitarnya, bersama-sama menjaga agar kejadian yang merugikan kepentingan awam ini tidak terjadi lagi.

Tag : pln
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top