GENDERANG PERANG DAGANG: Jika Trump Kenakan Tarif, Ekonom Yakini China Bakal Bidik Pasar Baru

Tindakan pengenaan tarif bea masuk kepada ratusan produk China oleh Amerika Serikat (AS) senilai US$34 miliar pada tahap awal dinilai tidak akan efektif meredam negara itu menguasai industri masa depan.
Anggara Pernando | 17 Juni 2018 10:26 WIB
China diyakini akan membidik sejumlah pasar baru untuk tetap meningkatkan kinerja ekspornya. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Tindakan pengenaan tarif bea masuk kepada ratusan produk China oleh Amerika Serikat (AS) senilai US$34 miliar pada tahap awal dinilai tidak akan efektif meredam negara itu menguasai industri masa depan.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (17/6/2018) terdapat 800 lebih produk China yang dikenai tarif tinggi mulai 6 Juli mendatang. Produk ini meliputi mesin dan peralatan manufaktur, barang elektronik hingga alat transportasi. Target tarif yang dikenakan mencapai US$50 miliar. Namun pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump merencanakan pengenaan secara bertahap. Sisanya sebanyak US$16 miliar lainnya masih dikaji untuk produk apa saja yang akan dikenakan.

"AS percaya bahwa mereka dapat memengaruhi kemampuan Tiongkok dengan membatasi ekspor (menguasai rantai bisnis masa depan), tetapi mereka salah," kata Andrew Polk, pendiri perusahaan riset Trivium China di Beijing seperti dilaporkan Bloomberg.

Andrew menyatakan, jika pasar AS dibatasi maka China akan mendistribusikan produk-produknya ke belahan dunia lainnya. "China masih dapat menjual barang-barang ini."

Sementara itu, Kementerian Perdagangan China merespons akan menanggapi ‘serangan Trump’ itu dengan tarif ‘dari skala dan kekuatan yang sama’.

Kantor berita resmi Xinhua mengatakan China akan memberlakukan tarif 25% terhadap 659 produk AS, mulai dari kedelai, makanan laut, hingga mobil.

Daftar ‘balas dendam’ China itu meningkat enam kali lipat dari versi yang dirilis pada April, tetapi nilainya tetap dipertahankan pada US$50 miliar, karena beberapa item bernilai tinggi seperti pesawat komersial telah dihapus dari daftar tersebut.

Dalam peryataan sebelumnya, Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengenakan tarif tambahan atas produk impor China jika negara itu membalas 'serangan' AS. Tindakan ini sekaligus mengakiri diplomasi tarik ulur yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

Sumber : Bloomberg

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top