Kemenhub Usul Ada Crisis Center Atasi Keterlambatan Penerbangan

Kementerian Perhubungan meminta adanya crisis center untuk menangani persoalan keterlambatan waktu terbang (delay) di bandara saat periode mudik Lebaran.
Rio Sandy Pradana | 14 Juni 2018 16:35 WIB
Suasana di dalam terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6). - Bisnis/Yustinus Andry

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan meminta adanya crisis center untuk menangani persoalan keterlambatan waktu terbang (delay) di bandara saat periode mudik Lebaran.

"Harus dibuat crisis center untuk menangani delayed. On time performance [ketepatan waktu terbang/OTP] dicek kembali dan dilaporkan, bila memang ada masalah agar dapat segera diselesaikan," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Umiyatun Hayati dalam rilis, Kamis (14/6/2018).

Hayati melaksanakan kunjungan selama dua hari di Makassar, Sulawesi Selatan. Kunjungan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun bagi Kementerian Perhubungan dalam rangka instruksi Menteri Perhubungan guna memantau arus mudik lebaran berjalan lancar.

Pihaknya didampingi Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU) Sri Lestari dan Kepala Bagian Umum BPSDMP Sindu Rahayu, memonitor arus mudik di Bandara Sultan Hasanuddin, dan melakukan teleconference dengan Posko Angkutan Lebaran Terpadu di Kantor Kementerian Perhubungan.

Hayati melaporkan kondisi di Bandara Sultan Hasanuddin terpantau ramai, tetapi pelayanan kepada penumpang masih berjalan dengan lancar.

Kepala UPT Kementerian Perhubungan di Makassar diminta untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpang. “Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang terbaik selama mudik lebaran," ujarnya.

Tag : bandara
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top