JELAJAH JAWA BALI 2018: Harga Buah Naga Anjlok, Ini Strategi Petani

Melimpahnya pasokan buah naga dari Banyuwangi membuat harganya meluncur drastis. Para petani pun mencari cara untuk tetap dapat meraup laba.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2018 | 13 Juni 2018 06:38 WIB
Buah Naga. - Antara

Bisnis.com, BANYUWANGI--Melimpahnya pasokan buah naga dari Banyuwangi membuat harganya meluncur drastis. Para petani pun mencari cara untuk tetap dapat meraup laba.

Desa Bangorejo merupakan salah satu wilayah penghasil buah naga di Kab. Banyuwangi. Namun, kini petani menghadapi permasalahan akibat menurunnya harga.

Arief, salah satu petani buah naga di Bangorejo, menyampaikan situasi tersebut kepada Tim Bisnis Indonesia Liputan Lebaran: Jelajah Jawa-Bali (LL-JJB) 2018.

Menurutnya, pada bulan-bulan lalu harga buah naga dari petani mencapai Rp24.000 per kilogram. Kini, harga sudah meluncur menjadi Rp16.000 per kilogram.

Merosotnya harga disebabkan melimpahnya pasokan. Biasanya, pasokan buah naga melonjak pada November karena panen.

Namun, melewati masa panen, sejumlah petani besar masih bisa memacu produksi dengan menggunakan lampu bohlam kecil. Adanya lampu mempercepat proses pembungaan.

"Kalau petani kecil agak sulit menggunakan lampu karena butuh modal. Untuk seperempat hektare butuh Rp30 juta buat lampu, belum ongkos per bulannya," paparnya, Selasa (12/6/2018).

Arief mengungkapkan, untuk menjaga harga buah naga, dia memilih menahan masa panen agar suplai tidak membanjiri pasar. Salah satu cara yang efektif untuk memperlambat masa panen ialah menggunakan obat tanaman yang alami.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, produksi buah naga di Banyuwangi menunjukkan peningkatan yang pesat. Tahun 2014 mencapai 28.819 ton dengan luas lahan 1.152 hektar meningkat dibanding tahun 2013 yang hanya 16.631 ton dengan luas lahan yang hanya 678 hektar.

Sementara produktivitas buah naga di Banyuwangi pada tahun 2014 sebesar 250 kw/ha, juga meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 245 kw/ha.

Pemasaran buah naga Banyuwangi telah merambah pasar luar Jawa. Seperti Kalimantan, Makasar, hingga Papua.

Bangorejo sendiri menyumbang 39% dari total produksi buah naga di Banyuwangi. Setara 11.000 ribu ton/ha. Luas lahannya sendiri mencapai 449 hektar.

Tim Peliput: Finna U. Ulfah, Jaffry Prabu Prakoso, Hafiyyan, Oktaviano DB Hana.

Tag : buah naga, Mudik Lebaran 2018
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top