Ini Kata Gubernur Bank Sentral Australia mengenai Harga Properti

Gubernur Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia) Philip Lowe menyatakan bahwa perlambatan harga properti tidak perlu dikhawatirkan.
Annisa Sulistyo Rini | 13 Juni 2018 15:20 WIB
Pemandangan kota Melbourne, Australia - conference.aifs.gov.au

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia) Philip Lowe menyatakan bahwa perlambatan harga properti tidak perlu dikhawatirkan.

Perlambatan tersebut sebaiknya dilihat sebagai hasil kebijakan untuk menjaga harga properti di tengah pertumbuhan upah dan inflasi yang masih lemah.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/6/2018), harga perumahan di kota-kota besar Australia mengalami penurunan selama berbulan-bulan sejak akhir tahun lalu, seiring dengan pengetatan standar penyaluran kredit perumahan.

Pengetatan standar pemberian kredit ini menyebabkan permintaan rumah di Sydney dan Melbourne menurun.

Pertumbuhan kredit perumahan juga berada dalam laju paling lambat dalam 6 tahun terakhir sehingga menyebabkan terjadinya penurunan harga perumahan secara tahunan pertama sejak 2013 pada bulan lalu.

"Harga perumahan tidak perlu dikhawatirkan karena tidak tumbuh seperti dulu. Tidak apa-apa harga perumahan turun," katanya di Melbourne, seusai menyampaikan pidato dengan tema Proctivity, Wages, and Prosperity.

Menurut Lowe, harga rumah di Sydney dan Melbourne saat ini masih 40% di atas harga pada 2014. Masyarakat juga diimbau untuk melihat potensi jangka panjang ke depan.

Kedua kota tersebut berkontribusi sebesar 60% terhadap pasar perumahan Australia berdasarkan nilainya dan 40% berdasarkan jumlah rumah.

"Hal yang membuat saya nyaman adalah kenyataan bahwa standar pinjaman telah diperkuat banyak selama beberapa tahun terakhir," ujar Lowe.

Tag : properti, australia
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top