Penumpang Lion Air Ditemukan Membawa Lobster

Bisnis.com, JAKARTA Lion Air memberikan keterangan bahwa penerbangan internasional bernomor JT162 yang melayani rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tujuan Bandar Udara Internasional Changi, Singapura sempat terhambat akibat seorang penumpang yang membawa benih seekor lobster pada 10 Juni 2018 lalu.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 12 Juni 2018 23:34 WIB
Ilustrasi lobster - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Lion Air memberikan keterangan bahwa penerbangan internasional bernomor JT162 yang melayani rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tujuan Bandar Udara Internasional Changi, Singapura sempat terhambat akibat seorang penumpang yang membawa benih seekor lobster pada 10 Juni 2018 lalu.

Melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa (12/6/2018) manajemen Lion Air melalui Ramaditya Handoko, Corporate Communications Lion Air Group mengklarifikasi penerbangan dengan Boeing 737-900ER (B739) dan nomor penerbangan JT162 sempat terhambat. Alasannya, karena salah satu penumpang wanita berinisial JN (37) yang sesuai boarding pass bernomor kursi 25F harus diperiksa oleh petugas keamanan bandar udara Soekarno-Hatta dan airlines security Lion Air.

Hasil pemeriksaan menyebut koper barang bawaan kabin yang bersangkutan telah ditemukan benih lobster dalam cairan yang dibungkus plastik. Temuan tersebut terjadi pada saat JN melewati jalur pemeriksaan keamanan 2 terminal keberangkatan.

Atas kejadian tersebut, seluruh barang bawaan dan bagasi penumpang diturunkan untuk dilakukan pemeriksaan ulang. Dengan kerjasama yang baik antara petugas layanan darat (ground handling), avsec Soekarno-Hatta Airport dan avsec Lion Air pengecekan bagasi dilakukan secara teliti dan benar, sehingga tidak ditemukan barang bawaan serupa.

Lion Air tidak menerbangkan penumpang JN dan penanganan dilakukan dengan tepat sesuai prosedur, yang selanjutnya diserahkan kepada Bea Cukai serta pihak terkait untuk penyelidikan lebih lanjut. Selanjutnya pihak Lion Air menghimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat bahwa terdapat barang-barang yang tidak boleh dibawa dalam bagasi jinjing dan/atau bagasi check-in berdasarkan prosedur layanan penerbangan, demi keamanan seluruh penumpang, kru dan pesawat.

“Cairan bisa saja dibawa dalam bagasi jinjing di dalam wadah yang tidak lebih dari 100 ml (3,4 oz) per item. Setiap pelanggan diwajibkan untuk memasukkan semua cairan bersama-sama ke dalam satu kantong plastik transparan dan dapat disegel dengan volume tidak lebih dari 1 liter,” ujar Ramaditya.

Untuk barang ataupun benda yang berupa cairan lainnya harus masuk dalam tas dan dibawa ke bagasi dengan catatan sudah terbungkus rapi dalam kantong plastik transparan. Dia pun menyatakan, maskapai singa terbang ini patuh dan menjalankan kebijakan bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi. Dia memastikan Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional.

“Setelah selesai, akhirnya pesawat lepas landas dengan jadwal terbaru pukul 14.22 WIB dari jadwal seharusnya pukul 13.45 WIB. Lion Air JT162 telah mendarat di Singapura pada 16.52 SGT,” jelas Ramaditya.

Tag : lion air
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top