Garuda Bahas Soal Tuntutan Pekerja Usai Lebaran

Pihak Garuda Indonesia akan melakukan pertemuan dan berdialog kembali dengan Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) usai periode Lebaran.
Rio Sandy Pradana | 12 Juni 2018 22:16 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA--Pihak Garuda Indonesia akan melakukan pertemuan dan berdialog kembali dengan Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) usai periode Lebaran.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Triyanto Moeharsono mengatakan pihak manajemen sedang fokus dalam melayani penumpang yang akan melakukan mudik dan balik. Diprediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13--14 Juni 2018.

"Kita dialog lagi setelah Lebaran," kata Triyanto, Selasa (12/6/2018).

Pihaknya mempertanyakan alasan pekerja yang akan mogok apabila tidak mendapatkan solusi terbaik dari pemerintah. Solusi terbaik tersebut tidak dijelaskan secara rinci dan jelas.

Sebelumnya, APG dan Sekarga akan melakukan aksi mogok pada pekan kedua Juli 2018 jika tidak mendapatkan solusi atas tuntutan mereka.

Mereka menuntut manajemen Garuda untuk melakukan restrukturisasi jumlah direksi dari delapan menjadi enam orang. Idealnya, cukup direktur utama, direktur operasi, direktur teknik, direktur keuangan, direktur personalia, dan direktur niaga.

Pekerja meminta pergantian direksi dari kalangan profesional di bidang penerbangan dari kalangan internal perusahaan. Tuntutan tersebut diajukan setelah menilai terdapat beberapa masalah di tubuh manajemen emiten berkode GIAA.

Tag : garuda indonesia
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top