Beberapa Kereta Api Alami Keterlambatan Pada H-3

Beberapa kereta api mengalami keterlambatan karena kendala teknis pada H-3 Idulfitri 2018, Selasa (12/6/2018). Kepala Posko Pemantauan Arus Mudik Kementerian Perhubungan, Junaidi menjelaskan bahwa pada KA malioboro Ekspres rute Malang- Yogyakarta mengalami gangguan bahan bakar. Menindaklanjuti kendala tersebut, petugas di lapangan kemudian melakukan pergantian lokomotif.
MG Noviarizal Fernandez | 12 Juni 2018 22:22 WIB
Pemudik pengguna jasa kereta api mengantre di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (12/6). Selama masa angkutan lebaran 2018 tanggal 5 - 11 Juni, sekitar 120.091 penumpang sudah diberangkatkan dari Stasiun Gambir. - Antara

Bisnis.com,JAKARTA- Beberapa kereta api mengalami keterlambatan karena kendala teknis pada H-3 Idulfitri 2018, Selasa (12/6/2018).

Kepala Posko Pemantauan Arus Mudik Kementerian Perhubungan, Junaidi menjelaskan bahwa pada KA malioboro Ekspres rute Malang- Yogyakarta mengalami gangguan bahan bakar. Menindaklanjuti kendala tersebut, petugas di lapangan kemudian melakukan pergantian lokomotif.

“Akibatnya terjadi keterlambatan selama 20 menit,” ujarnya Selasa malam.

Keterlambatan juga terjadi pada kereta api Sembrani rute Surabaya Pasar Turi-Gambir Jakarta mengalami kendala pada mesin penggerak lokomotif. Peristiwa itu terjadi pada pukul 10.13 WIB dan sebagai tindak lanjut, petugas melakukan pemeriksaan mesin pembangkit pada lokomotif sehingga mengalami keterlambatan selama 7 menit.

“Ada juga keterlambatan terjadi pada kereta api Parahyangan rute Bandung-Gambir Jakarta yang mengalami gangguan pada. Penyebab ganggaun adalah turunnya tekanan angin sehingga masinis harus mereset ulang lokomotif pada pukul 10.45 WIB sehingga mengalami keterlambatan selama 14 menit,” ucapnya.

Terkait jumlah penumpang pada H-3, Junaidi mengatakan hingga pukul 18.00 WIB, ada 16.283 penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan moda angkutan kereta api. Sementara secara keseluruhan sejak 7 Juni 2018, 1,113 juta penumpang yang menggunakan kereta api. Jumlah ini turun 20% dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun lalu.

Terjadinya penurunan jumlah penumpang itu menurutnya dikarenakan kereta api ekonomi jarak jauh dulu menggunakan konfigurasi jumlah tempat duduk 2-3 sementara saat ini konfigurasi kursi pada gerbong 2-2 sehingga jumlah penumpang yang diangkut menjadi lebih sedikit.

Selain itu ada pula penambahan lintas pelayanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek hingga ke Cikarang sehingga penumpang jarak dekat lebih memilih menggunakan KRL dibandingkan kereta diesel di samping akses ke Stasiun KRL lebih mudah dibandingkan akses ke stasiun kereta jarak jauh.

“Selain itu masa musim libur sekolah lebih awal dari libur Lebaran sehingga mempengaruhi pola perjalanan,” pungkasnya.

 

Tag : kereta api
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top