Kementerian ESDM Akan Kaji Usul Pengalihan Subsidi BBM ke Oktan Lebih Tinggi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengkaji usulan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait usulan pengalihan pemberian subsidi ke jenis BBM yang berkualitas lebih baik, seperti Pertalite atau Pertamax.
Denis Riantiza Meilanova | 09 Juni 2018 14:33 WIB
Petugas melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan pemudik di Rest Area KM 482, Mudal, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (8/6/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengkaji usulan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait usulan pengalihan pemberian subsidi ke jenis BBM yang berkualitas lebih baik, seperti Pertalite atau Pertamax.

"Itu positif, kami harus lihat dulu. Kami akan evaluasi usulan dari DPR tersebut. Kami pahami dulu usulannya, dibahas, terus mekanismenya seperti apa nanti kami lihat. Tahun ini kan subsidi masih sesuai APBN," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Sabtu (9/6/2018).

Menurutnya, pengalihan subsidi positif bagi perusahaan lantaran akan meningkatkan efisiensi biaya perusahaan dalam hal penyimpanan tangki BBM dan sebagainya. Di samping itu, penggunaan jenis BBM beroktan tinggi akan memperbaiki kualitas udara.

"Ada beberapa faktor lain dari sisi efisiensi. Kalau jadi dua [jenis BBM], ada cost efisiensi. Besar efiensinya. Mengelola dua produk itu lebih efisien [dibanding] dengan tiga produk. Ini sedang kami bahas," tambah Arcandra.

Pemerintah, lanjutnya, tetap mengevaluasi terlebih dahulu dampak kebijakan tersebut dan tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Terutama, mempertimbangkan segi korporasi PT Pertamina (Persero) selaku pelaksana mandat pemerintah.

Sebelumnya, pengajuan ide tersebut pun ditanggapi secara baik oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI. Jika direalisasikan, dampaknya dinilai positif pada lingkungan.

"Ini make sense, sebenarnya yang paling bisa didorong juga Kementerian Perindustrian supaya mesin mobil tidak bisa konsumsi BBM kualitas rendah," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah memberikan subsidi ke BBM jenis Solar sebesar Rp500 per liter. Tahun ini, subsidi Solar diusulkan akan ditambah menjadi Rp2.000/liter.

Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan meroketnya harga minyak dunia serta dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan mengurangi beban keuangan Pertamina.

Tag : esdm, BBM
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top