MUDIK LEBARAN 2018: Lonjakan Kian Terasa, Ada Kenaikan 250%

Jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada H-8 Lebaran mencapai sekitar 5.000-an penumpang atau melonjak 250 persen dibanding hari biasa yang tercatat sekitar 2.000-an penumpang per harinya.
Newswire | 08 Juni 2018 14:20 WIB
Ilustrasi - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Pada H-8 menjelang Lebaran 2018, arus mudik di sejumlah terminal mulai menunjukkan tanda-tanda mulai bergerak. Setidaknya di dua terminal besar --Pulo Gebang dan Bekasi-- kenaikan arus penumpang melebihi hari biasa.

Jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada H-8 Lebaran mencapai sekitar 5.000-an penumpang atau melonjak 250% dibanding hari biasa yang tercatat sekitar 2.000-an penumpang per harinya.

Berdasarkan data angkutan lebaran Dinas Perhubungan Jakarta Timur, jumlah bus yang berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang pada H-8 mencapai 248 bus dengan jumlah penumpang 5.193 orang.

"Jumlah penumpang sudah melonjak ya. Kalau reguler 2.000-an. Beberapa hari lalu 3.000-an, kemarin 5.000. Ini memang grafiknya sudah mulai naik," kata Kepala Satuan Pelaksana Operasional dan Kemitraan Terminal Terpadu Pulo Gebang Noviesa F Pinem saat ditemui di ruang tunggu penumpang, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Pinem menuturkan, puncak arus mudik di Terminal Pulo Gebang sendiri diprediksi terjadi pada H-2 atau H-3 Lebaran.

Kendati demikian, jumlah penumpang pada puncak arus mudik diperkirakan tidak sebanyak pada tahun lalu yang tercatat mencapai 13.133 penumpang pada H-3 Lebaran.

Menurut Pinem, salah satu penyebabnya karena libur lebaran kali ini lebih panjang dibandingkan tahun lalu.

"Karena libur panjang, jadinya terpecah. Cuti bersama kan mulai tanggal 11, jadi Jumat minggu ini sudah mulai mudik," ujar Pinem.

Untuk Jumat ini atau H-7 Lebaran sendiri, pada pukul 11.00 WIB, jumlah bus yang sudah berangkat dari Terminal Pulo Gebang mencapai 68 bus dengan jumlah penumpang 2.153 orang.

Terminal Bekasi

Jumlah penumpang bus di Terminal Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada tujuh hari menjelang Lebaran 2018 naik sekitar 20% dibandingkan dengan hari-hari biasa.

"Dibandingkan dengan hari-hari biasa, peningkatan jumlah penumpang kira-kira mencapai 20% dan itu masih dalam kategori normal," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Cikarang Lukman Hakim, Jumat (8/6/2018). "Belum ada lonjakan jumlah penumpang secara signifikan," kata Lukman.

Pihaknya belum dapat memastikan kapan puncak arus mudik 2018 ini, tetapi berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir kenaikan jumlah pemudik di Terminal Cikarang mulai nampak pada H-5. "Kemungkinan besar H-5 hingga H-1 seperti tahun-tahun lalu," katanya.

Lukman menambahkan kondisi itu bisa saja berbalik mengingat banyaknya kegiatan mudik bersama yang dilakukan sejumlah pihak di antaranya Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, serta pihak-pihak swasta.

Kalaupun terjadi lonjakan penumpang pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyiapkan bus cadangan dari beberapa perusahaan otobus (PO) pariwisata. "Kamisudah kontak PO pariwisata dan mereka menyatakan siap membantu jika bus reguler sudah habis," katanya.

Mengenai tarif bus pada arus mudik-balik Lebaran , ia mengatakan sudah diatur oleh pemerintah dan hingga saat ini dipastikan tidak ada tambahan biaya (tuslah).

Sumber : ANTARA

Tag : Mudik Lebaran 2018
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top