Ini Strategi Kemenpar Hadapi Turunnya Wisatawan Saat Ramadan

Kemenpar melakukan strategi khusus untuk meningkatkan wisatawan mancanegara selama Ramadan 2018.
Muhammad Ridwan | 08 Juni 2018 03:25 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan strategi khusus untuk meningkatkan wisatawan mancanegara selama Ramadan 2018.

“Menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) pada Ramadan 2018 adalah keniscayaan, karena pada dasarnya semua produk barang dan jasa ada low season,” ujar Menpar Arief Yahya dalam pernyataan tertulisnya di laman resmi Kementerian Pariwisata yang dikutip pada Kamis (7/6/2018).

Untuk meningkatkan kunjungan wisman, Kemenpar membuat strategi melalui bundling atau hot deal selama Ramadan ini.

Arief mengatakan sebagai solusinya, Kemenpar membuat program hot deals Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 dengan harga bundling hingga 50% sampai 70%.

Selama Ramadan pergerakan wisnus di tanah air yang rata-rata per bulan 20 juta turun menjadi 10 juta, tapi akan dapat tertutupi ketika memasuki liburan Idulfitri.

Jumlah pemudik mencapai 20 juta, sehingga periode Ramadan-Lebaran terjadi pergerakan 30 juta wisnus.

Pada Ramadan kunjungan wisman termasuk dari Asean maupun negara-negara yang mayoritasnya Islam turun hingga 50%, oleh sebab itu Kemenpar meluncurkan paket hot deal untuk mengatasi situasi low season pada bulan Ramadan.

Prinsip dasar hot deal adalah konsep sharing economy, yaitu menjual barang atau jasa yang tidak laku dengan diskon besar hingga 70%.

Kemenpar tahun ini menargetkan pergerakan wisnus sebanyak 270 juta orang dan kedatangan 17 juta wisman. Dengan adanya program hot deal akan didapatkan tambahan 2,5 juta wisman atau 15% dari target tahun ini.

Tag : pariwisata
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top