Ekonomi Kreatif: Investasi Diharapkan Gairahkan Ekosistem Film

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memprediksi investasi yang masuk untuk proyek film melalui program Akatara mencapai sekitar Rp30 miliar.
Agne Yasa | 07 Juni 2018 20:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memprediksi investasi yang masuk untuk proyek film melalui  program Akatara mencapai sekitar Rp30 miliar.

Akatara merupakan forum pembiayaan dan investasi untuk perfilman Indonesia berskala nasional. Di forum ini, Bekraf mempertemukan para pembuat film lokal dengan para investor yang sesuai dengan karakter proyek film mereka.

Kasubdit Dana Masyarakat Direktorat Akses Nonperbankan Deputi Akses Permodalan Bekraf Hanifah Makarim  mengatakan,  Akatara 2017 yang diselenggarakan di Jakarta telah menghasilkan kesepakatan awal dalam bentuk komitmen investasi untuk 10 proyek film.

“[Dari] 10 proposal saja, investasi yang dibutuhkan [mencapai] total lebih dari Rp30 miliar. [Perhitungannya] Rata-rata [proyek film bernilai] Rp3 miliar dikalikan 10 film,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (7/6/2018).

Dia menambahkan, dari 10 proyek tersebut, baru satu film yang telah selesai produksinya dan tiga lainnya sedang dalam proses persiapan. Salah satunya adalah proyek film Keluarga Cemara yang telah selesai diproduksi pada Januari 2018.

Di forum Akatara, Bekraf bekerjasama dengan Badan Perfiman Indonesia (BPI). Pada perhelatan perdananya tahun lalu, Akatara telah memfasilitasi 40 proposal proyek film beserta 80 sutradara untuk dipertemukan dengan lebih dari 20 calon investor.

Dalam penyelenggaraan Akatara kedua pada 2018, Bekraf berharap investasi yang terjadi dapat lebih besar. Untuk itu, Bekraf akan fokus untuk membuat penyelenggaraan lebih rapi, terencana, dan tepat sasaran.

“Tujuan kami adalah menumbuhkan ekosistem perfilman, bukan hanya dari sisi produksi saja.  Film itu bisa menjadi penarik untuk subsektor [ekonomi kreatif] lainnya, seperti fesyen, kuliner, dan kriya,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bekraf mencatat subsektor film, animasi, dan video berkontribusi sebanyak 0,17% terhadap PDB ekonomi kreatif pada 2016 yang totalnya mencapai Rp922,59 triliun. 

Sebelumnya, Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan Akatara 2018 akan membuka peluang investasi bagi calon investor untuk melirik bidang perfilman sektor nonproduksi guna menumbuhkan industri perfilman nasional.

“Proposal investasi tersebut antara lain untuk studio audio atau musik, studio pascaproduksi, sekolah atau kursus film, bioskop, program festival, kurasi film, dan lain sebagainya,” katanya, melalui siaran pers.

Adapun, Akatara 2018 akan memberikan kesempatan kepada 50 proposal proyek film terpilih untuk bertemu dengan puluhan investor nasional dan mancanegara. Forum tahunan ini akan digelar untuk kedua kalinya pada 18—20 September 2018 di Jakarta.

Forum ini menerima proyek proposal dari film durasi panjang dan pendek untuk genre fiksi, dokumenter, dan animasi. Pendaftaran proposal dan calon investor akan dibuka sepanjang 20 Juni—20 Juli 2018.

Tahun ini, Akatara memilih 2 proyek film yang akan difasilitasi untuk presentasi di Southeast Asian Financing Forum pada November 2018 di Singapore International Film Festival. 

Tag : film
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top