MUI: Mogok Sekarga dan APG Datangkan Mudarat

Majelis Ulama Indonesia yang mengingatkan aksi mogok Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) hanya mendatangkan mudarat (kerugian) yang berdampak luas bagi konsumen.
Newswire | 31 Mei 2018 22:23 WIB
Pesawat udara lepas landas di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (13/6). - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia yang mengingatkan aksi mogok Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) hanya mendatangkan mudarat (kerugian) yang berdampak luas bagi konsumen.

''Tentunya aksi mogok akan menimbulkan problem apalagi Garuda Indonesia sebagai perusahaan pelat merah. Aksi mogok apalagi saat musim mudik lebaran, tentunya amat besar mudarat ketimbang manfaatnya,'' ujar Wakil Ketua MUI Dr. H.Ikhsan Abdullah, SH.MH di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Untuk itu, Ikhsan mengimbau manajemen Garuda untuk membuka pintu dialog kepada serikat karyawan dan APG dalam mencari sumber masalah bersama. Dengan dialog diharapkan kedua belah pihak dapat menemukan solusi terbaik untuk kemajuan Garuda.

''Ramadan ini harus menjadi momen introspeksi. Kalau manajemen sudah membuka ruang dialog, serikat karyawan dan APG jangan berusaha untuk menunjukkan diri sebagai yang paling kuat,'' kata Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

''Yang harus diingat itu, kalau sampai terjadi mogok, konsumen yang dirugikan dan akan berdampak luas,'' tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengimbau agar masalah yang sedang terjadi di internal Garuda Indonesia tidak berdampak pada pelayanan terhadap konsumen.

"Jika rencana mogok kerja terlaksana, berarti pilot akan berhadapan dengan konsumen. YLKI tidak mendukung pilot untuk melakukan mogok," kata Tulus.

Menurut Tulus, mogok pilot dinilai sebagai hal yang jauh dari substansi profesi tersebut. Para pilot dan karyawan Garuda Indonesia diminta bisa mengambil langkah selain mogok kerja yang dampaknya akan meluas ke berbagai hal. "Mogok kerja bisa menjadi inkonsistensi dalam profesi pilot," tutur Tulus.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir ikut merespons sikap karyawan dan pilot Garuda Indonesia yang mengancam mogok massal jika dalam waktu sebulan pemerintah belum juga merombak susunan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Menurutnya, secara organisasi, karyawan dan pilot tidak ada urusan dengan struktur organisasi perusahaan maskapai pelat merah itu. "Persoalan nomenklatur di Garuda bukan urusan karyawan dan pilot, jadi enggak usah ikut campur," kata Inas.

Tag : garuda indonesia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top