PGN Tunggu Laporan PLN soal Perubahan Proyek LNG Indonesia Tengah

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan menunggu hasil evaluasi PT PLN (Persero) terkait rencana perubahan skenario proyek fasilitas gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di Indonesia Tengah, sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Denis Riantiza Meilanova | 31 Mei 2018 12:56 WIB
Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Jobi Triananda (kiri) bersama President Indonesia Asian Games Organizing Comittee (Inasgoc) Erick Tohir berfoto usai menandatangani perjanjian kerja sama Sponshorship, di Jakarta, Senin (7/5/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan menunggu hasil evaluasi PT PLN (Persero) terkait rencana perubahan skenario proyek fasilitas gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di Indonesia Tengah, sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan mengenai rencana perubahan tersebut dari PLN.

“Saya mau lihat data resminya dulu. Seberapa kecil diturunkan, profit atau tidaknya, segala macam, terus kami akan tanya partner kami tertarik nggak. Hari ini belum ada laporan,” kata Jobi ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

 PGN sangat tertarik untuk mengembangkan proyek LNG di Indonesia Tengah dan Timur. Pihaknya ingin pengembangan LNG di daerah itu tidak hanya untuk menyuplai kebutuhan pembangkit listrik, juga memenuhi kebutuhan industri lain.

Menurutnya, dengan tersedianya infrastruktur gas secara efek domino juga akan mendorong berkembangnya industri-industri lain di daerah tersebut.

Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bila PGN telah ditetapkan sebagai pemenang lelang nantinya perseroan akan mengajukan penambahan kapasitas melebihi kesepakatan lelang.

“Nanti kami minta izin tambah kapasitas atas investasi sendiri yang tidak dibawa ke PLN sehingga itu bisa ngelayanin yang lain. Dengan itu kan biayanya berbagi,” kata Jobi.

Sebelumnya, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi rencana perubahan kapasitas proyek LNG di Indonesia Tengah lantaran adanya perubahan demand.

Dia berujar perubahan demand karena dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, pembangkit bahan bakar gas berkurang.

Pihaknya akan membicarakan rencana ini dengan peserta lelang. Dalam lelang tersebut menyisakan konsorsium Pertamina-PGN-Engie. Bila konsorsium tersebut tak sepakat, PLN akan melelang ulang proyek LNG tersebut.

“Kami bicarakan kalau berubah mereka mau apa tidak Dulu penawarannya kapasitas besar sekarang turun, desain berubah. Agak sulit. Kalau nolak ya lelang ulang dengan kondisi baru,” ujar Iwan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pgn

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top