PLN Operasikan 16 PLTD Baru di Natuna

PT PLN (Persero) mengoperasikan 16 mesin pembangkit listrik bertenaga diesel (PLTD) baru dengan total kapasitas 8.000 kilo Watt (kW) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).
Denis Riantiza Meilanova | 31 Mei 2018 00:55 WIB
Teknisi Pengerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) mengerjakan perawatan jaringan listrik di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mengoperasikan 16 mesin pembangkit listrik bertenaga diesel (PLTD) baru dengan total kapasitas 8.000 kilo Watt (kW) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Mesin diesel berkapasitas masing-masing 500 kW tersebut ditempatkan di enam lokasi, yakni di Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi, Pulau Legong, dan Sistem Listrik Klarik di Kecamatan Bungguran Utara yang berada di Pulau Natuna Besar.

Pengoperasian 16 mesin tersebut bertujuan untuk menarik investor, mendukung pertahanan keamanan, dan meningkatkan perekonomian warga setempat. Pasalnya, kehadiran mesin-mesin tersebut akan menambah jam operasi listrik PLN menjadi 24 jam/hari.

“Sebelumnya, listrik di Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi dan Pulau Legong atau yang dikenal dengan Pulau Tiga hanya beroperasi 14 jam. Oleh karenanya, hal ini dapat menjadi modal kuat bagi pemerintah untuk menarik investor, meningkatkan taraf hidup dan mencerdaskan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau perbatasan dengan China, Kamboja, Filipina, Vietnam dan Malaysia,” ujar Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto dalam keterangan resmi, Rabu (30/5/2018).

Selain mengoperasikan mesin diesel, PLN juga membangun insfrastruktur berupa Jaringan Tegangan Menengah 20 kV (kilo Volt), Jaringan Tengangan Rendah, dan trafo distribusi untuk mengalirkan energi listrik ke 11 desa baru dan 2 desa lama.

Sebelas desa yang baru berlistrik adalah:

1. Desa Pulau Tiga (Pulau Batang Kec. Tiga Barat)

2. Desa Tanjung Kumbik Utara (Pulau Batang Kec. Tiga Barat)

3. Desa Setumuk (Pulau Batang Kec. Tiga Barat)

4. Desa Selading (Pulau Batang Kec. Tiga Barat)

5. Desa Sabang Mawang Barat (Pulau Lagong)

6. Desa Tanjung Batang

7. Desa Kadur (Pulau Laut)

8. Desa Tanjung Pala (Pulau Laut)

9. Desa Terayak (Pulau Subi)

10. Desa Subi Besar (Pulau Subi Besar)

11. Desa Subi Besar Timur (Pulau Subi Besar)

Adapun dua desa lama adalah :

1. Desa Meliah (Pulau Subi Kecil)

2. Desa Meliah Selatan (Pulau Subi Kecil)

Sebelumnya, masyarakat setempat menggunakan listrik dari Perusahaan Daerah (Perusda), di mana mereka harus membayar Rp150.000-Rp400.000 per bulan untuk listrik yang belum menyala 24 jam.

Saat ini, rasio desa berlistrik di Kabupaten Natuna sudah mencapai 90%, di mana 69 dari 76 desa sudah berlistrik. Targetnya, pada 2019, Natuna sudah 100% berlistrik.

Tag : pln
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top