Rasio Desa Berlistrik di Kepri Ditargetkan 100% pada 2019

PT PLN (Persero) menargetkan rasio desa berlistrik di Kepulauan Riau dapat mencapai 100% pada 2019.
Denis Riantiza Meilanova | 31 Mei 2018 00:41 WIB
Teknisi melakukan perawatan rutin perbaikan jaringan listrik di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/2). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- PT PLN (Persero) menargetkan rasio desa berlistrik di Kepulauan Riau dapat mencapai 100% pada 2019.

Pada Mei 2018, sebanyak 13 desa di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) berhasil dilistriki PLN dan terdapat 6 lokasi yang jam nyala listriknya ditingkatkan menjadi 24 jam. Adapun nilai investasi untuk pekerjaan tersebut mencapai Rp23 miliar.

Desa-desa di Kab. Natuna yang diresmikan, antara lain Desa Pulau Tiga/Sabang Mawang, Desa Tanjung Kumbik Utara, Desa Setumuk, Desa Selading, Desa Sabang Mawang Barat, Desa Tanjung Batang, Desa Kadur, Desa Tanjung Pala, Desa Meliah, Desa Terayak, Desa Meliah Selatan, Desa Subi Besar, dan Desa Subi Timur.

Adapun enam lokasi di Kab. Natuna yang jam nyalanya ditingkatkan menjadi 24 jam adalah Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi, Pulau Tiga, dan Sistem Listrik Klarik Kec. Bungguran Utara yang berada di Pulau Natuna Besar.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengapresiasi komitmen PLN dalam melistriki Kepulauan Riau, khususnya Natuna. Di Kepulauan Riau terdapat 2.840 pulau dan 385 pulau berpenghuni, di mana 60 pulau telah berlistrik.

Dia berharap PLN segera menuntaskan program pembangunan infrastruktur kelistrikan di pulau-pulau tersebut pada 2019.

"Terima kasih kepada pemerintah pusat dan PLN yang komit melistriki Kepri, khususnya Natuna. Hal ini sesuai dengan Nawacita Presiden RI mewujudkan pembangunan daerah terluar, tertinggal dan terdepan. Wajah terdepan harus hebat. Bandara, jalan, pelabuhan, pendidikan, kesehatan harus bagus," ujar Nurdin dalam keterangan resmi, Rabu (30/5/2018).

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto berharap infrastruktur kelistrikan di Natuna dapat mengakselerasi program-program yang sedang digulirkan pemerintah, seperti pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau, penjagaan kawasan pertahanan di Natuna, serta peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan.

"Kami mendukung program pembangunan daerah dengan menyediakan pasokan listrik yang cukup. Dengan adanya listrik, sentra nelayan seperti cold storage dan oven dapat dioperasikan secara maksimal sehingga warga Natuna yang berprofesi sebagai nelayan dapat mengelola hasil tangkapan menjadi lebih efisien. Selain itu, penjagaan kawasan pertahanan di Natuna juga dapat lebih optimal. Serta pelayanan kesehatan dan sekolah yang berada di daerah tersebut dapat melayani masyarakat lebih optimal lagi dengan adanya listrik yang beroperasi selama 24 jam," paparnya.

Komisaris PLN Ilya Avianti menyampaikan pesan agar masyarakat dan PLN dapat bersinergi untuk menjaga kelistrikan di Natuna.

"Pulau Natuna adalah pulau terluar sangat strategis dan keamanan NKRI ada di sini. Pokoknya, Natuna harus terang benderang 24 jam. Semoga listrik ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kami ingin PLN dapat berikan layanan yang terbaik dan konsisten kepada masyarakat dan pelanggan," ucapnya.

Saat ini, rasio desa berlistrik di Natuna mencapai 90%. Dengan jumlah 76 desa, sebanyak 69 desa telah terlistriki hingga Mei 2018.

Sistem kelistrikan Natuna dipasok dari sistem pembangkit isolated yang memiliki daya mampu sebesar 10,55 MW dengan beban puncak sebesar 5,46 MW. Hal ini membuktikan bahwa cadangan daya di Natuna aman dengan adanya surplus daya sebesar 5,09 MW.

Provinsi Kepulauan Riau memiliki 5 kabupaten, 2 kotamadya, 66 kecamatan dengan jumlah desa sebanyak 416 desa. Saat ini, rasio desa berlistrik di Kepri mencapai 80,77%, di mana 336 desa telah terlistriki.

Rencananya, pada 2018-2019, 80 desa di Kepri akan segera dilistriki PLN.

Tag : pln
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top