Kementan Dorong Peternakan Ayam Kampung

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan usaha peternakan ayam kampung dengan membantu bibit atau DOC serta pelatihan bagi peternak.
Choirul Anam | 29 Mei 2018 11:37 WIB
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Kapuslitbangnak) Balitbangtan, Atien Priyanti (dua dari kanan), disaksikan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Jatim Chendy Tafakresnanto (paling kanan) dan Wakil ketua komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi (dari kiri) menyerahkan bantuan bibit ayam KUB pada peternak di Kab. Lamongan, Jatim, Senin (28/5 - 2018). (foto Istimewa)

Bisnis.com, MALANG — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan usaha peternakan ayam kampung dengan membantu bibit atau DOC serta pelatihan bagi peternak.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Kapuslitbangnak) Balitbangtan, Atien Priyanti, mengatakan Kabupaten Lamongan, Jatim, menjadi daerah pengembangan ayam kampung unggul Kementerian Pertanian tahun anggaran 2018.

“Terpilih 10 kelompok peternak di 7 kecamatan yang akan mendapatkan bantuan ayam KUB (Kampung Unggulan Balitbangtan) sebanyak 2.000 ekor,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (29/5/2018).

Penyerahan bibit dan bimbingan teknis ayam KUB di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan yang dihadiri oleh 160 peserta terdiri atas pengurus kelompok tani, peternak, dan penyuluh di 7 kecamatan di Kab. Lamongan, Senin (28/5/2018).

Menurut Atien, DOC ayam KUB itu dibagikan kepada 100 rumah tangga peternak sehingga setiap rumah tangga akan mendapatkan 20 ekor. Disamping itum peternak juga diberikan bantuan pakan ayam selama 10 minggu dan lengkap dengan bantuan kandang ayamnya juga.

Ayam KUB merupakan salah satu inovasi Badan Litbang Pertanian. Ayam KUB mempunyai keunggulan mampu bertelur 2 hari sekali, karena peneliti telah melakulan seleksi 10 tahun untuk mengurangi sifat mengeram ayam. Dalam satu tahun satu ekor ayam KUB mampu bertelur sebanyak 180 butir. acara Bimtek.

Baca juga: CPIN Ekspansif

Kabid produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Lamongan Jaka Susilo menambahkan keuntungan beternak ayam tidak kalah dengan beternak sapi asal dikelola dengan. Yang dibutuhkan peternak hanya ketelatenan.

Dia berharap Lamongan menjadi embrio pengembangan ayam KUB karena ketersediaan limbah pertanian yang melimpah sehingga dapat digunakan sebagai sumber pakan. Hal tersebut akan dapat mengurangi biaya produksi.

Wakil ketua komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi berharap peternak harus fokus pada orientasi pasar. Karena itulah, peternak perlu segera membangun kelompok untuk memperkuat usaha budi daya ayam KUB.

Dia juga minta peternak untuk dapat memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi pakan agar dapat mengurangi biaya produksi.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Jatim Chendy Tafakresnanto menegaskan pendampingan akan terus dilakukan oleh lembaga yang dipimpinnya dengan melakukan monitoring setiap bulan dan melakukan bimtek secara intensif langsung ke lapang.

Bimtek itu tersebut terutama terkait dengan pemanfaatan sumber bahan baku disekitar peternak untuk dijadikan pakan yang berkualitas.(k24)

Tag : kementan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top