Kinerja PP Properti Kuartal I Positif

PT PP Properti Tbk, pengembang pelat merah ini mendulang marketing sales yang cukup baik pada kuartal I tahun ini.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 29 Mei 2018 19:17 WIB
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan PP Properti di Jakarta, Sabtu (3/6). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT PP Properti Tbk, pengembang pelat merah ini mendulang marketing sales yang cukup baik pada kuartal I tahun ini.

Direktur Utama PT PP Properti Tbk, Taufik Hidayat mengatakan marketing sales pada kuartal I ini mencapai sekitar 9%. Menurut Taufik, selain marketing sales, pada kuartal pertama tahun ini revenue PP Properti juga menembus persentase 14%.

“Pada kuartal I 2018 ini pemasaran tumbuh 9%, dan revenue 14%, sementara laba bersih kami tumbuh 5%,” ujar Taufik di Fairmont Hotel Jakarta, Senin (28/5/2018).

Dia menyebut, pertumbuhan positif ini secara umum hampir semua proyek mendorong kinerja properti. Ada pun sumbangan terbesar datang dari apartemen Grand Shamayadan Grand Dharmahusada di Surabaya. Tahun ini, kata Taufik, PP Properti akan melaunching soft opening hotel mereka yaitu Palm Park Hotel Surabaya.

Meskipun begitu, kata Taufik perseroan belum tentu merevisi target perusahaan sebesar Rp3,8 triliun. Dia berpendapat, perseroan menilai pertumbuhan ini belum lantas membuat perusahaan menjadi lebih optimistis.

“Kami belum tentu ada revisi sekalipun kuartal I ini sudah tercapai cukup bagus,” ungkap Taufik.

Taufik menyebut, perseroan tengah berupaya mengantongi penjualan borongan atau bulk selling dengan total sekitar Rp2,1 triliun. Namun menurut Taufik belum tentu Rp2,1 triliun bisa dibukukan semua tahun ini.

“Sebagian diproduksi tahun ini, namun tidak semua saya bukukan tahun ini. Karena ini hanya melihat situasi. Jadi Rp2,1 triliun bulkselling tidak semua marketing sales properti ini sampai Juni tidak semua dibukukan,” paparnya.

Bisnis mencatat, PP Properti memang menjajaki transaksi penjualan borongan. Pertama, dengan Koperasi PT Antam di Tangerang Selatan dengan nilai transaksi sekitar Rp150 miliar. Kedua, adalah ke PT Dipa Karya Sejahtera untuk pembangunan apartemen Begawan Tower 2 dengan nilai Rp250 miliar. Terakhir, proyek Ma-Zhoi Tower 1 di Margonda dengan nilai Rp250 miliar ke PT Samander Bisnis Nusantara.

Sebagai informasi, perseroan juga berhasil menjual apartemen secara borongan untuk dua proyek. Pertama adalah apartemen Evenciio Depok yang diberikan kepada Ikatan Alumni Universits Indonesia (Iluni) dan apartemen Alton Semarang ke Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (Ika Undip).

Direktur Keuangan PT PP Properti Indaryanto mengatakan landbank yang sudah dibeli sejak tahun lalu sudha memasuki fase pelunasan bekal 2019 dan 2020. Menurut Indaryanto, properti akan tumbuh signifikan 2020 ketika hingar bingar politik mereda dan situasi perekonomian realtif membaik.

“Pemerintahan sudah stabil sehingga 2020 banyak memperkirakan itu signifikan. Land bank kami kemudian strategic sudah kami siapakan mencapai tahun tersebut. Sebab sebelumnya ini kami membayar secara cicil,” terang Indaryanto.

Sebagai informasi, PT PP Properti menerbitkan obligasi sebesar Rp1 triliun dengan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB) Tahap I dari total target emoso mencapai Rp2 triliun. Pasalnya, perusahaan akan menggunakan sekitar 45% untuk pembayaran cicilan investasi tahun sebelumnya, dan penggantian kas perseroan. Sekitar 15% digunakan untuk investasi, dan sekitar 15% lagi untuk refinancing. Sementara 25% lagi untuk modal kerja.

Tag : pt pp properti
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top