Kinerja Kuartal I/2018, Produksi Migas Pertamina Naik 34,94%

PT Pertamina (Persero) mencatat kinerja produksi migas kuartal I/2018 naik 34,94% sebesar 923.000 barel ekuivalen minyak per hari dibandingkan dengan periode sama sebelumnya sebesar 684.000 barel ekuivalen per hari.
Surya Rianto | 29 Mei 2018 21:27 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) mencatat kinerja produksi migas kuartal I/2018 naik 34,94% sebesar 923.000 barel ekuivalen minyak per hari dibandingkan dengan periode sama sebelumnya sebesar 684.000 barel ekuivalen per hari.

Secara rinci, produksi minyak perusahaan pelat merah itu naik sebesar 14,54% menjadi 386.000 barel per hari, sedangkan produksi gas naik 55,2% menjadi 3.115 juta kaki kubik per hari.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, kinerja hulu migas itu terealisasi karena upaya perseroan dalam meningkatkan produksi.

"Pencapaian sampai kuartal pertama itu kerja keras dari seluruh elemen Pertamina," ujarnya, Selasa (29/5).

Di sisi lain, Pertamina pun mencatatkan kenaikan dalam kontribusi kepada produksi migas secara nasional. Sebelumnya, Pertamina memiliki kontribusi sekitar 20% dan sekarang sudah naik menjadi sekitar 40%.

Kenaikan itu didorong oleh beberapa penugasan oleh pemerintah di beberapa blok seperti, Offshore North West Jawa (ONWJ), Mahakam, 8 Blok terminasi 2018, dan 2 Blok terminasi 2019.

Plt. Direktur Utama Nicke Widyawati sempat menuturkan, perseroan memang berniat untuk mendorong tingkat produksi migas bisa terus tumbuh.

"Kami harapkan produksi di beberapa blok migas yang baru diberikan pemerintah bisa naik double dalam 2 tahun sampai 3 tahun ke depan. Seperti, di Blok Jambi Merang, kami sudah siapkan US$200 juta untuk melakukan eksplorasi," ujarnya.

Jika melihat realisasi produksi 10 blok migas pada 2017, Pertamina bakal mendapatkan tambahan produksi untuk minyak sebesar 72.759 barel per hari dan produksi gas sebesar 386 juta kaki kubi per hari.

Adiatman menuturkan, proses alih kelola blok terminasi, terutama terminasi 2018, sudah berjalan dengan lancar. "Peralihan operasi dan sumber daya manusianya berjalan lancar," ujarnnya.

Pada 8 blok migas terminasi 2018, Pertamina mendapatkan Blok Tuban, Ogan Komering, North Sumatra Offshore, Sanga-sanga, Attaka, East Kalimantan, Southeast Sumatra, dan Tengah. Lalu, pada blok migas terminasi 2019, Pertamina mendapatkan Jambi Merang, dan Pendopo Raja.

Adiatma juga menuturkan, Pertamina memiliki beberapa program prioritas sektor hulu pada 2018. Salah satunya, mempertahankan produksi blok Mahakam. Perseroan tengah mengembangkan lapangan Tunu Shallow Phase 4, Handil Phase 5, dan Tambosa Phase 5.

"Selain Mahakam, kami juga berupaya untuk menaikkan produksi lapangan Banyu Urip. Kami bakal tekan decline rate dengan mengebor 108 sumur, well service, dan program reaktivasi lapangan," ujarnya.

Sementara itu, pada sektor panas bumi, Pertamina mencatatkan kenaikan produksi sebesar 1% menjadi 959 Gwh dibandingkan periode sama pada tahun lalu yang sebesar 949 Gwh.

Adiatma mengatakan, kapasitas terpasang panas bumi Pertamina pada tiga bulan pertama tahun ini masih sama dengan periode sama pada 2017.

"Saat ini, proyek geothermal Lumut Balai Unit 1 dalam tahap EPC dan dijadwalkan onstream pada kuartal IV/2018," ujarnya.

Tag : migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top