Skema Penyesuaian HET Beras Segera Dirampungkan

Pemerintah memastikan akan menyelesaikan penyelesaian skema penurunan harga eceran tertinggi atau HET dalam waktu dekat.
Ipak Ayu H Nurcaya | 29 Mei 2018 15:46 WIB
Pedagang menyusun karung berisi beras di pasar tradisional, Gondangdia, Jakarta, Rabu (10/1). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memastikan akan menyelesaikan penyelesaian skema penurunan harga eceran tertinggi atau HET dalam waktu dekat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan langkah tersebut sebagai upaya stabilisasi harga beras agar harga di lapangan akan terkerek turun.

Hal itu, sekaligus mengkonfirmasi keterangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menyebut HET akan direncanakan turun dari yang saat ini Rp9.450 ke Rp8.950 di wilayah Indonesia Barat. [Bisnis, edisi 28/5/2018].

"Intinya kami sudah putuskan agar perluas pedagang yang akan menerima operasi pasar Bulog dan turunkan harga sampai Rp500," katanya, Senin (28/5/2018).

Darmin juga menegaskan saat ini kegiatan impor beras masih berjalan sesuai dengan rencana tambahan 500.000 ton setelah 500.000 ton yang masuk sejak kuartal I/2018. Dalam hal ini, dirinya menegaskan Bulog tidak bisa menolak sebab yang berwenang memutuskan adalah pemerintah.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Muzdalifah menambahkan penurunan HET beras yang direncanakan saat ini mengingat harga beras di Indonesia masih sangat tinggi sekali. 

Untuk itu, upaya pemerintah ke depan terus menurunkan secara pelan-pelan. Dirinya juga menegaskan hal ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo yang meminta agar rakyat dapat menikmati harga pangan secara wajar.

"Perhitungan HET ada di Kementerian Perdagangan tetapi sesuai persetujuan Menko Perekonomian ya, mungkin akan dirapatkan satu kali lagi," katanya.

Tag : Harga Beras
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top