Jaring Konsumen Baru, Smartfren Obral Internet Unlimited

PT Smartfren Telecom Tbk. mengobral paket internet unlimited untuk menjaring konsumen baru masuk ke jaringan.
Duwi Setiya Ariyanti | 29 Mei 2018 09:27 WIB
Deputy CEO PT Smartfren Telecom Tbk., Djoko Tata Ibrahim (tengah) dalam peluncuran kartu perdana dan voucher data Smartfren, Senin (19/2) - Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Smartfren Telecom Tbk. mengobral paket internet unlimited untuk menjaring konsumen baru masuk ke jaringan.

Deputy CEO Commercial Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengatakan internet murah masih diperlukan masyarakat karena dengan paket unlimited dari Smarftren yang tersedia di pasar, masyarakat masih enggan memilih paket per bulan. Masyarakat disebut masih membeli paket "sachet"  yang aktif dalam kurun waktu beberapa hari saja atau Pay As You Use (PAYU).

Oleh karena itu, pihaknya mengeluarkan produk baru dengan harga miring yang hanya berlaku bagi penggunaan pada ponsel pintar. Melalui produk internet unlimited kali ini, Smartfren menawarkan paket internet dengan pemakaian maksimum dengan kecepatan optimum atau Fair Usage Policy (FUP) 1 GB per hari.

FUP merupakan kebijakan operator terkait penggunaan paket. Bila operator menetapkan FUP semisal sebesar 1 GB per hari, maka untuk pemakaian selebihnya, kecepatan internet akan lebih rendah.

"'Bagi masyarakat yang puluhan atau ratusan juta mahal. Masih beli yang sachet, itu yang kami lihat sekarang ini," ujar Djoko saat jumpa pers di Hotel Westin, Jakarta, Senin (29/5/2018) malam.

Menurutnya, dengan paket seharga Rp60.000, pengguna bisa mendapatkan paket internet ngebut di jaringan 4G Smartfren. Bila dihitung penggunaan per hari untuk 1 GB sesuai FUP, maka nilainya hanya sekitar Rp1.500 dalam sehari.

Produk baru ini diklaim sama dengan paket eceran dengan masa aktif harian. Meskipun mengeluarkan produk murah, dia menyebut perusahaan akan menikmati keuntungan dari penaikan penggunaan dan jumlah pengguna kartu.

Pasalnya, harga yang murah menjadi salah satu faktor yang mampu menarik pengguna.

Dengan hak pemakaian di dua spektrum yakni 850 MHz dan 2,3 GHz, Smartfren memerlukan tambahan pengguna di jaringan. Oleh karena itu, saat ini perseroan terus menambah jumlah Base Transceiver Station (BTS) dan melakukan upaya masif menambah pengguna.

Djoko memperkirakan dengan infrastruktur yang ada, Smartfren masih mampu melayani hingga 50 juta pengguna..

"Kami akan melipatgandakan BTS dan pelanggan kami," tuturnya.

Tag : smartfren
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top