Apkasindo Dapat Tawaran Kredit Mikro US$15 Milliar dari China

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendapatkan tawaran kredit mikro sebesar US$15 milliar oleh China untuk peremajaan lahan kelapa sawit seluas 2,5 juta hektare (ha).
Pandu Gumilar | 25 Mei 2018 14:22 WIB
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendapatkan tawaran kredit mikro sebesar US$15 milliar oleh China untuk peremajaan lahan kelapa sawit seluas 2,5 juta hektare (ha).

Ketua Apkasindo Riau Gulat Manurung mengatakan kredit mikro tersebut ditawarkan langsung oleh Pemerintah China agar bisa disalurkan langsung kepada petani swadaya Apkasindo yang berjumlah 1,5 juta orang. 

"Tadi kami ketemu dengan Menko Maritim Pak Luhut [Luhut B. Pandjaitan] untuk membahas dana pemberdayaan petani kelapa sawit di bawah Apkasindo yang ditawarkan oleh China untuk replanting. Tetapi, ini bukan pinjaman negara," paparnya, Jumat (25/5/2018).

Bunga yang ditawarkan oleh kredit mikro tersebut diklaim lebih kecil dibandingkan dengan KUR petani yang ditawarkan perbankan dalam negeri. Bunga KUR petani sebesar 7% sedangkan kredit mikro dari China adalah 4%-5% dan grace periode selama 5 tahun khusus untuk replanting.

Rencananya, pekan depan akan ada pertemuan lanjutan bersama Menko Maritim untuk membahas skema kredit mikro yang bakal disalurkan. Dari 1,5 juta anggota Apkasindo, total lahannya mencapai 4,7 juta ha yang tersebar di 21 provinsi.

Selain Apkasindo, Gulat mengungkapkan Sinarmas Group juga mengajukan diri untuk bisa mengelola kredit mikro tersebut. Namun, menurutnya, Menko Maritim tidak menyetujuinya. 

"Karena itu masih tawaran, Apkasindo bisa tidak kelola karena bukan dana yang sedikit? Karena sejauh ini hanya Sinarmas yang masih tawarkan diri untuk mengelolanya. Tetapi, Menko tidak ingin kalau perusahaan terus [yang mengelolanya]. Dia ingin agar petani yang dikedepankan. Uang itu dia harap digunakan oleh petani lewat Apkasindo," ujar Gulat.

Apkasindo memiliki tenggat waktu selama sepakan untuk merumuskan skema yang akan dipakai.

"Kami akan membuat skema, jadi jangan perusahaan yang mendapatkan pinjaman itu karena perusahaan juga punya mitra plasma. Itu beda dengan kami yang petani swadaya," tegasnya.

Kredit tersebut akan digunakan untuk melakukan peremajaan kelapa sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi atau mengganti tanaman yang menggunakan bibit ilegal dan mengganti tanaman yang jarak tanamnya tidak sesuai good agricultural practice.

Tag : kelapa sawit
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top